Bank Sentral Aktif Borong Emas, Permintaan Global Tembus Rekor

21 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Pasar emas global mencatat pertumbuhan moderat dari sisi volume, namun mengalami lonjakan signifikan dari sisi nilai pada kuartal I 2026. Hal ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap emas fisik, terutama dalam bentuk batangan dan koin.

Berdasarkan laporan terbaru World Gold Council (WGC), dikutip dari Kitco, Jumat (1/5/2026), total permintaan emas global—termasuk transaksi over-the-counter (OTC)—mencapai 1.231 ton atau naik 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, lonjakan harga emas yang signifikan di awal tahun membuat nilai permintaan melonjak hingga 74% menjadi rekor USD 193 miliar.

Permintaan emas batangan dan koin meningkat tajam sebesar 42% secara tahunan menjadi 474 ton, menjadikannya salah satu level tertinggi sepanjang sejarah.

“Sebagian besar kekuatan permintaan terkonsentrasi pada Januari seiring reli harga yang semakin menguat. Meski demikian, pembelian tetap berlanjut sepanjang kuartal, dengan sebagian investor memanfaatkan koreksi harga,” ujar analis dalam laporan tersebut.

Peran Bank Sentral dan Tekanan Global

Selain investor ritel, bank sentral juga tetap menjadi pemain penting dalam pasar emas global. Sepanjang kuartal I 2026, pembelian emas oleh bank sentral mencapai 243,7 ton, naik 3% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Permintaan melampaui kuartal sebelumnya dan juga rata-rata lima tahun terakhir, yang menegaskan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat cadangan melalui emas,” tulis analis WGC.

Meskipun demikian, laporan tersebut juga mencatat adanya peningkatan aktivitas penjualan emas oleh beberapa bank sentral. Hal ini dipicu kebutuhan likuiditas di tengah tekanan ekonomi global dan krisis rantai pasok energi.

Konflik geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, turut memengaruhi dinamika pasar.

“Emas terus menjalankan perannya sebagai aset cadangan yang sangat penting dan dapat diandalkan di tengah gejolak pasar yang ekstrem,” ungkap WGC.

Prospek Emas Tetap Cerah di Tengah Ketidakpastian

Ke depan, permintaan emas diperkirakan tetap kuat, didorong oleh faktor geopolitik, inflasi tinggi, serta volatilitas pasar keuangan global.

“Faktor geopolitik tetap menjadi fokus utama dalam prospek permintaan emas kami,” kata WGC.

Permintaan investasi, terutama dalam bentuk emas fisik seperti batangan dan koin, diprediksi akan terus meningkat seiring preferensi investor terhadap aset safe haven.

Sementara itu, permintaan perhiasan memang mengalami penurunan volume menjadi 299,7 ton, level terendah sejak 2020. Namun, nilai pembelian justru meningkat 31% menjadi USD 47 miliar, mencerminkan sentimen positif terhadap emas.

WGC memperkirakan bank sentral global akan tetap aktif membeli emas sepanjang 2026, dengan total pembelian diproyeksikan mencapai 700 hingga 900 ton.

Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama bagi investor dan institusi dalam menjaga nilai aset.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |