Desil 9 dan 10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite, Simak Arti Desil di Sini!

2 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Istilah desil menjadi sorotan setelah pemerintah mengkaji pembatasan pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite bagi masyarakat kelompok ekonomi atas. Pemerintah mempertimbangkan pembatasan khusus untuk masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 agar beralih menggunakan BBM nonsubsidi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah masih menguji mekanisme pembatasan tersebut bersama PT Pertamina (Persero). Pemerintah juga belum menetapkan waktu pasti penerapan kebijakan karena sistem dan mekanisme pelaksanaannya masih dalam tahap kajian.

"Kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9, 10," kata Purbaya usai bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada pekan lalu.

Menurut Purbaya, sistem yang dimiliki Pertamina secara teknis sudah dapat digunakan untuk menyeleksi konsumen BBM bersubsidi berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.

"Pertamina sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa saja yang desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi," ujar Purbaya.

Dengan skema tersebut, masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 nantinya diarahkan membeli BBM nonsubsidi.

"Dia mesti bayar harga Pertamax atau yang lain. Kira-kira begitu," tambah Purbaya.

Apa Itu Desil?

Desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang digunakan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penilaiannya mencakup sejumlah variabel, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.

Terdapat 10 kelompok desil, yang masing-masing mencakup 10% keluarga di Indonesia.

Desil 1 hingga 10

Dalam sistem desil, Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10% terbawah. Sementara Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10% tertinggi.

Berikut pembagian kategori desil:

  • Desil 1 - Sangat Miskin: 10% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Kelompok ini menjadi prioritas utama penerima berbagai bantuan sosial karena memiliki pekerjaan tidak stabil dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
  • Desil 2 - Miskin: Kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah dan rentan mengalami tekanan ekonomi, seperti kenaikan harga maupun pemutusan hubungan kerja.
  • Desil 3 - Hampir Miskin: Masyarakat yang belum masuk kategori miskin ekstrem, tetapi rentan jatuh miskin apabila mengalami penurunan pendapatan secara tiba-tiba.
  • Desil 4 - Rentan Miskin: Kondisi ekonomi relatif stabil, tetapi masih rentan menghadapi tekanan seperti bencana, sakit berat, atau kehilangan pendapatan.
  • Desil 5 - Pas-pasan: Masyarakat dengan penghasilan yang relatif cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memiliki peluang menerima bantuan sosial tertentu.
  • Desil 6-10 - Menengah ke Atas: Kelompok masyarakat yang dinilai sudah mampu dan mandiri secara ekonomi sehingga bukan menjadi prioritas penerima bantuan sosial reguler.

Dengan pembagian tersebut, posisi desil tidak hanya menunjukkan tingkat kesejahteraan, tetapi juga digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program.

Desil untuk Penyaluran Bansos

Desil juga digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran bantuan sosial. Kelompok desil 1-4 atau 40% terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako.

Sementara itu, Desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

Desil Bisa Berubah

Data desil bersifat dinamis. Artinya, posisi kesejahteraan sebuah keluarga dapat berubah mengikuti kondisi sosial dan ekonomi yang dimiliki.

Jika data yang tercantum tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial.

Pembaruan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan data sesuai kondisi nyata. Setelah itu, data desil akan dihitung ulang oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara berkala.

Karena itu, desil seseorang atau keluarga tidak bersifat permanen. Perubahan kondisi pekerjaan, pendapatan, tempat tinggal, kepemilikan aset, maupun indikator sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi hasil pemutakhiran data.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |