Harga Emas Pegadaian Hari Ini 11 Mei 2026: UBS, Antam dan Galeri24 Kompak Stagnan

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan UBS, Antam dan Galeri24 kompak stabil di Pegadaoan pada Senin, (11/5/2026) pukul 07.42 WIB.

Di laman Sahabat Pegadaian mengutip Antara, harga logam mulia untuk buatan UBS stabil berada di Rp 2.891.000. Demikian juga harga Antam stagnan di Rp 2.953.000. Harga Galeri24 juga ditetapkan di Rp 2.836.000 per gram.

Harga jual tersebut adalah angka yang sama seperti tertera di laman Sahabat Pegadaian pada Minggu, 10 Mei 2026.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Untuk harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia, diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian masing-masing produk dikutip dari Antara:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.488.000
  • 1 gram: Rp 2.836.000.
  • ‎2 gram: Rp 5.603.000
  • ‎5 gram: Rp 13.906.000 ‎
  • 10 gram: Rp 27.736.000 ‎
  • 25 gram: Rp 68.968.000
  • ‎50 gram: Rp 137.826.000
  • ‎100 gram: Rp 275.516.000
  • ‎250 gram: Rp 687.099.000 ‎
  • 500 gram: Rp 1.374.196.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.748.391.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.529.000 ‎
  • 1 gram: Rp 2.953.000 ‎
  • 2 gram: Rp 5.843.000
  • 3 gram: Rp 8.739.000
  • ‎5 gram: Rp 14.529.000
  • 10 gram: Rp 29.001.000
  • ‎25 gram: Rp 72.371.000
  • ‎50 gram: Rp 144.659.000
  • ‎100 gram: Rp 289.237.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.563.000
  • ‎1 gram: Rp 2.891.000
  • ‎2 gram: Rp 5.736.000
  • ‎5 gram: Rp 14.176.000
  • 10 gram: Rp 28.202.000
  • ‎25 gram: Rp 70.368.000
  • ‎50 gram: Rp 140.445.000
  • ‎100 gram: Rp 280.780.000
  • 250 gram: Rp 701.743.000 ‎
  • 500 gram: Rp 1.401.839.000.

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Naik atau Turun?

Sebelumnya, harga emas dan perak kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026 waktu AS setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi pasar.

Meski pasar tenaga kerja mulai melambat, kondisi tersebut dinilai belum cukup lemah untuk mendorong Federal Reserve segera memangkas suku bunga secara agresif.

Mengutip Kitco.com, Senin (11/5/2026), pada perdagangan awal AS, harga emas spot tercatat naik 0,75% ke level sekitar USD 4.724,50 per ons. Sementara itu, harga perak spot melonjak 3,22% menjadi USD 81,044. Laporan ketenagakerjaan April menunjukkan ekonomi AS menambah 115.000 lapangan kerja baru, lebih tinggi dibandingkan perkiraan konsensus sekitar 65.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran juga bertahan di level 4,3%. Kepala Riset Pasar dan Ekonomi First Citizens Wealth, Phillip Neuhart, menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja saat ini sebagai “perekrutan rendah dan pemutusan hubungan kerja yang juga rendah.”

Kondisi tersebut menciptakan dilema bagi pasar emas. Di satu sisi, perlambatan perekrutan meningkatkan peluang penurunan suku bunga oleh The Fed. Namun di sisi lain, ketahanan pasar tenaga kerja membuat bank sentral AS belum memiliki urgensi untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya.

Ketegangan Geopolitik

Selain faktor data ekonomi AS, kenaikan harga emas juga didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik AS dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Gencatan senjata antara kedua negara kembali memanas setelah pasukan AS dan unit Iran dilaporkan terlibat baku tembak di sekitar Selat Hormuz.

Amerika Serikat menyebut aksinya sebagai langkah defensif, sementara Teheran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata. Iran juga disebut tengah berupaya memperkuat kontrol terhadap jalur pelayaran strategis tersebut melalui pembentukan Otoritas Selat Teluk Persia yang baru.

Risiko keamanan di kawasan Teluk meningkat setelah Uni Emirat Arab melaporkan berhasil mencegat rudal dan drone Iran. Situasi tersebut membuat pasar tetap mencermati risiko gangguan distribusi energi global.

Harga minyak mentah dunia pun bertahan tinggi, dengan minyak mentah WTI diperdagangkan di sekitar USD 95,16 per barel dan Brent mendekati USD 100,28 per barel. Di saat yang sama, indeks dolar AS bergerak variatif cenderung menguat setelah rilis data tenaga kerja, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun berada di kisaran 4,4%.

Proyeksi Harga Emas

Dari sisi teknikal, pelaku pasar emas masih membidik kenaikan lanjutan apabila harga mampu menembus area resistensi di kisaran USD 4.744,34 hingga USD 4.780,78 per ons.

Jika berhasil menembus area tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan reli menuju USD 4.850,68 hingga USD 4.891,54. Sebaliknya, tekanan bearish akan meningkat apabila harga turun di bawah level support USD 4.685,27.

Penurunan lebih lanjut dapat membawa harga emas menuju area USD 4.633,00 hingga USD 4.541,88 per ons. Saat ini, level resistensi terdekat berada di USD 4.744,34 dan rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar USD 4.780,78. Sementara level support pertama berada di USD 4.685,27 dan berikutnya di USD 4.633,00.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |