Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Perdana Kirim 1.000 Ton

10 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah mencapai swasembada pangan. Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah melakukan pengiriman perdana 1.000 ton beras premium ke Malaysia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar Sarawak.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor beras tersebut menjadi momentum penting karena produksi nasional kini tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang memasok pasar internasional.

“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Amran, keputusan membuka ekspor dilakukan setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman. Stok beras yang berada di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton.

“Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” katanya.

Pemerintah juga memperkirakan produksi beras nasional pada 2026 lebih tinggi dibandingkan 2025 berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS). Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk membuka pasar ekspor dengan tetap mengutamakan kebutuhan domestik.

Untuk tahap awal, ekspor dilakukan secara bertahap dengan mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia.

Demi Kesejahteraan Petani

Mentan Amran mengatakan volume ekspor beras ke Malaysia berpeluang terus meningkat. Kebutuhan beras Sarawak diperkirakan mencapai sekitar 200.000 ton per tahun.

“Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” ujar Mentan Amran.

Kerja sama ekspor tersebut juga telah dibahas dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. Menurut Amran, pemerintah Malaysia memberikan apresiasi dan membuka peluang peningkatan volume pasokan beras dari Indonesia.

“Baru saja kami bicara dengan Menteri Pertanian Malaysia, Bapak Datuk Seri Mohamad Sabu. Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia,” katanya.

Beras yang diekspor merupakan jenis premium dengan harga yang disepakati sekitar 3,9 Ringgit Malaysia atau setara Rp 17.000 per kilogram. Jika volume ekspor mencapai 200.000 ton, nilai perdagangan beras tersebut diperkirakan sekitar Rp 3,39 triliun.

Amran menilai terbukanya pasar ekspor dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani karena memperluas pasar sekaligus menciptakan peluang harga yang lebih kompetitif.

“Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor,” tegasnya.

Diperkenalkan di Pasar Sarawak

Kualitas beras yang dikirim ke Malaysia akan tetap dijaga. Pemerintah memastikan beras ekspor merupakan beras premium yang memenuhi standar pasar negara tujuan.

Amran turut mengapresiasi peran petani, penyuluh pertanian, TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, BUMN, serta masyarakat dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

“Terima kasih juga yang mengapresiasi, terutama Bapak Presiden yang mensupport ini semua atas kebijakan Bapak Presiden sehingga kita bisa lakukan hari ini,” katanya.

Sementara itu, General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd Jumaat bin Ibrahim mengatakan pengiriman perdana 1.000 ton menjadi tahap awal untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak.

“Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya,” ujar Jumaat.

Pengiriman perdana tersebut rencananya melalui jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Langkah itu sekaligus menjadi simbol kedekatan geografis dan hubungan masyarakat Indonesia-Malaysia.

“Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama,” ujar Jumaat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |