Pertumbuhan Anak Penerima MBG Bakal Diukur Berkala

5 days ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkap rencana pengukuran tingkat pertumbuhan anak penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertumbuhan fisik hingga otak akan menjadi aspek yang diukur kedepannya.

Zulkifli bilang, pengukuran itu akan dilakukan secara berkala, mulai dari 1-4 tahun pelaksanaan MBG. Tak lain, tujuannya melihat perkembangan gizi dari anak penerima MBG.

"Nanti setelah satu tahun makan bergizi kita ukur ya, kita ukur kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya pertumbuhannya termasuk tentu pertumbuhan otak gitu," ungkap Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

"Nanti setelah satu tahun bagaimana, 2 tahun bagaimana, 3 tahun seperti apa, 4 tahun seperti apa dan seterusnya dan seterusnya," sambungnya.

Senada, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menuturkan pengukuran itu menjadi hal yang jadi perhatiannya. Nantinya, pengukuran itu akan dilakukan oleh lembaga independen.

"Tentu saja itu akan jadi bagian dari output yang harus diukur, nanti yang ukurnya harus lembaga independen," ucap Dadan.

Peran Kualitas Gizi

Dadan memberikan contoh. Pada program serupa di Jepang, kata dia, ditemukan perbedaan dari tinggi rata-rata siswa di negara tersebut dalam beberapa dekade.

"Ini contoh ya, di dalam program makan bergizi di Jepang Itu ada pengukuran perbedaan tinggi rata-rata badan orang Jepang dari tahun 1940-an ke tahun 2000-an, itu terjadi peningkatan yang signifikan," ujarnya.

Peningkatan itu bukan semata faktor genetik. Menurutnya, asupan gizi yang baik juga turut berpengaruh, ini merujuk pada dampak dari program MBG. "Akibat peningkatan kualitas gizi, jadi bukan hanya potensi genetik, tapi juga kualitas gizi. Nah Indonesia akan seperti itu," tandasnya.

60 Juta Orang Sudah Terima MBG

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan, jumlah penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 60 juta orang. Jumlah ini disalurkan melalui 22.091 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Zulkifli mengatakan, jumlah itu didata hingga akhir Januari 2026 ini. Adapun, targetnya mencapai 82,9 juta penerima dalam beberapa bulan kedepan.

"Sampai hari ini kita sudah, SPPG sudah 22.091. Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta, lebih sedikit," kata Zulkifli, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

32.000 Pegawai MBG Diproses Jadi PPPK

Dia menjelaskan, puluhan ribu dapur MBG tadi mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja langsung. Sebanyak 32.000 pegawai SPPG masuk dalam proses ditetapkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Ini menyerap tenaga kerja yang langsung ya PPPK sudah diproses 32.000. Kemudian yang di SPPG itu sudah 924.424 tenaga kerja langsung, ang langsung ya," ujar dia.

Sementara itu, data yang dikantonginya, MBG juga melibatkan sebanyak 68.551 pemasok atau suplier bahan baku. Kemudian, mitra MBG telah tercatat sebanyak 21.413.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |