Prabowo Target Reformasi BUMN Rampung Tahun Ini

6 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan proses penataan badan usaha milik negara (BUMN) dapat diselesaikan pada tahun ini. Menurutnya, reformasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun perusahaan negara yang lebih efisien, transparan, dan mampu bekerja untuk kepentingan rakyat.

Dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026, Minggu (28/6/2026), Prabowo menjelaskan pemerintah saat ini tengah melakukan konsolidasi besar-besaran terhadap BUMN. Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah menilai banyak perusahaan negara memiliki struktur organisasi yang terlalu besar sehingga membebani biaya operasional.

Menurut Prabowo, pemerintah ingin memastikan setiap perusahaan negara dikelola secara lebih rasional sehingga mampu meningkatkan kinerja dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Kita mau sekarang rasional, efisien dan ini kita buktikan dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam 2 tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pembenahan BUMN tidak hanya menyangkut pengurangan jumlah perusahaan, tetapi juga perubahan tata kelola agar perusahaan pelat merah semakin profesional dan tidak lagi terbebani biaya organisasi yang berlebihan.

"Bayangkan. Lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5, 750 komisaris. Kali 10. Overhead-nya kayak apa? Gajinya kayak apa? Saudara-saudara, ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” tuturnya.

Prabowo mengatakan pemerintah berharap langkah penataan tersebut dapat membuat BUMN lebih sehat secara finansial dan mampu menjalankan perannya sebagai perusahaan negara yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta melayani kepentingan masyarakat. 

BUMN Mulai Cetak Laba, Prabowo: Terima Kasih Danantara

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi badan usaha milik negara (BUMN) mulai membaik setelah dilakukan berbagai langkah pembenahan. Hal itu disampaikannya saat menanggapi usulan agar sebagian laba BUMN dialokasikan untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi.

Dalam forum tersebut, Prabowo mengatakan usulan pemanfaatan laba BUMN untuk riset merupakan gagasan yang baik. Namun, menurutnya, hal pertama yang harus dipastikan adalah perusahaan negara mampu menghasilkan keuntungan.

"Tadi juga usul biaya riset. Diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi. Ini bagus, usul. Masalahnya BUMN ini ada labanya nggak?" Ujar Prabowo dalam Penutupan Sarasehan Kebangsaan, Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026, Minggu (28/6/2026).

Prabowo kemudian menyebut kondisi perusahaan pelat merah kini mulai berubah. Ia mengatakan dalam satu tahun terakhir BUMN mulai mencatatkan laba dan menyampaikan apresiasi terhadap peran Danantara.

"Sekarang mulai ada, Terima kasih Danantara, Terima kasih. Terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba,” tambahnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pembenahan terhadap BUMN masih terus dilakukan. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan perusahaan negara memiliki kondisi keuangan yang sehat dan tata kelola yang semakin baik sehingga mampu mendukung berbagai program strategis, termasuk penguatan riset dan inovasi.

Prabowo: Saya Libatkan Profesor di Setiap Bidang Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran ilmuwan dan guru besar universitas dalam mendorong kemajuan sebuah negara.

Untuk itu, Prabowo menyatakan dirinya berkomitmen untuk selalu melibatkan para profesor di berbagai posisi strategis pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Agenda ini dihadiri oleh sekitar 2.600 guru besar, dosen, hingga ilmuwan dari seluruh Indonesia.

"Saya dari awal sangat sadar peran dan penting para ilmuwan, para guru besar. Dan karena itu, kalau saudara simak, hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikutsertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," jelas Prabowo dalam pidatonya, Jumat.

Menurut Prabowo, seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk mencari solusi konkret atas setiap kesulitan yang dialami oleh masyarakat. Ia meyakini bahwa para guru besar merupakan pemikir andal yang memiliki inovasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

"Saudara-saudara yang menjadi Guru Besar adalah memang orang-orang terpintar yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itu, setiap inovasi, setiap perubahan, setiap kemajuan di setiap bangsa selama peradaban manusia, selalu berasal dari pemikir-pemikir yang terbaik," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |