Liputan6.com, Jakarta - Forbes telah merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2026. Tahun ini mencatat rekor jumlah miliarder yang mencapai 3.428 orang, yang terdiri dari pengusaha, investor, hingga ahli waris.
Peningkatan jumlah miliarder ini didorong oleh ledakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI), pertumbuhan pasar yang pesat, serta kebijakan fiskal yang menguntungkan, sehingga jumlah orang kaya meningkat lebih dari 400 dibandingkan tahun 2025.
Dalam daftar terbaru ini, masuk beberapa nama pengusaha Indonesia dalam list orang paling kaya dunia.
Berdasarkan data Forbes dikutip Minggu (19/7/2026), pendiri Barito Pacific, Prajogo Pangestu, menjadi orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan US$ 28,6 miliar atau sekitar Rp 513 triliun dan berada di peringkat ke-84 dunia. Putra seorang pedagang karet ini memulai perjalanan bisnisnya di industri kayu pada akhir 1970-an.
Perusahaannya, Barito Pacific Timber, melantai di bursa pada 1993 sebelum berganti nama menjadi Barito Pacific pada 2007 seiring berkurangnya porsi bisnis kehutanan. Pada tahun yang sama, Barito Pacific mengakuisisi 70% saham perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang kemudian berkembang menjadi salah satu pemain terbesar di sektor tersebut.
Ekspansi bisnis Prajogo terus berlanjut. Pada 2011, Chandra Asri merger dengan Tri Polyta Indonesia hingga menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia, sementara Thaioil mengakuisisi 15% saham perusahaan tersebut.
Prajogo juga membawa perusahaan tambang batu bara Petrindo Jaya Kreasi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023, disusul pencatatan anak usaha energi terbarukan Barito Renewables Energy pada tahun yang sama. Pada 2025, anak usaha Chandra Asri, Chandra Daya Investasi, juga resmi tercatat di BEI, memperkuat kerajaan bisnisnya di sektor energi dan industri.
Posisi Kedua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4679564/original/063411000_1702055681-orang_terkaya_9.jpeg)
Perbesar
Di posisi kedua ditempati pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, dengan kekayaan US$ 20,2 miliar atau peringkat ke-131 dunia. Pengusaha kelahiran Singapura yang dijuluki 'Raja Batu Bara' ini merupakan pendiri Bayan Resources, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Kesuksesannya di sektor pertambangan menjadikan Low Tuck Kwong sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Selain mengendalikan Bayan Resources, Low Tuck Kwong juga memiliki bisnis di sektor energi terbarukan melalui Metis Energy di Singapura, yang sebelumnya bernama Manhattan Resources.
Ia juga memiliki kepentingan bisnis di The Farrer Park Company yang bergerak di bidang layanan kesehatan serta Samindo Resources, perusahaan penyedia jasa pertambangan. Diversifikasi usaha tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu konglomerat terbesar di kawasan Asia.
Posisi Ketiga dan Keempat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1037074/original/014000300_1446106284-1.jpg)
Perbesar
Sementara itu, pendiri Grup Djarum, R. Budi Hartono, berada di posisi ketiga dengan harta US$ 19,6 miliar, disusul mendiang Michael Hartono di peringkat keempat dengan kekayaan US$ 18,9 miliar. R. Budi Hartono dan mendiang Michael Hartono merupakan duo konglomerat yang bertahun-turut menempati daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Kekayaan mereka tak hanya berasal dari Djarum, tetapi juga dari investasi strategis di Bank Central Asia (BCA) yang diakuisisi setelah krisis ekonomi Asia 1997–1998.
Bisnis keluarga Hartono kini merambah berbagai sektor, mulai dari properti, elektronik melalui Polytron, hingga kendaraan listrik yang diluncurkan pada 2025. Mereka juga membawa perusahaan induk Blibli, Global Digital Niaga, melantai di Bursa Efek Indonesia lewat IPO senilai Rp 8 triliun atau sekitar US$ 510 juta, yang menjadi IPO terbesar kedua di Indonesia pada 2022.
Michael Hartono meninggal dunia pada Maret 2026 di usia 86 tahun. Namun, warisan bisnis keluarga Hartono tetap menjadi salah satu kerajaan usaha terbesar di Indonesia.
Posisi Kelima
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1076761/original/096959300_1449458329-20151206-Inilah-10-Orang-Terkaya-di-Indonesia-Versi-Majalah-Forbes-2015-3.jpg)
Perbesar
Posisi kelima ditempati Chairman Salim Group Anthoni Salim dengan total kekayaan US$ 13,1 miliar. Pengusaha ini memimpin Salim Group, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia yang memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, ritel, perbankan, telekomunikasi, hingga energi. Di bawah kepemimpinannya, Salim Group terus memperluas jaringan bisnis baik di dalam maupun luar negeri.
Anthoni Salim juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Indofood, produsen mi instan terbesar di dunia. Melalui berbagai merek yang dipasarkan ke puluhan negara, Indofood menjadi salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia sekaligus pilar utama kerajaan bisnis Salim Group.
Posisi Keenam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4685221/original/096296500_1702469126-1bdb39ec-2aaa-4506-8ea4-de075377ca25.jpeg)
Perbesar
Di bawahnya terdapat pendiri Mayapada Group Tahir dan keluarga dengan kekayaan US$ 10,6 miliar. Pendiri Mayapada Group ini membangun kerajaan bisnis yang merambah berbagai sektor, mulai dari perbankan, layanan kesehatan, media, hingga properti.
Bersama keluarganya, Tahir juga menjadi pemegang saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia, dua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Selain bisnis di Tanah Air, Tahir memiliki portofolio properti di Singapura, termasuk melalui perusahaan properti terbuka MYP. Kehidupan pribadinya juga lekat dengan dunia bisnis, karena sang istri, Rosy Riady, merupakan putri konglomerat Indonesia Mochtar Riady, pendiri Lippo Group.
Posisi Ketujuh
Setelah Tahir, diikuti pendiri DCI Indonesia Otto Toto Sugiri yang memiliki harta US$ 9,4 miliar. Dengan harta tersebut menjadikannya salah satu tokoh terkaya dari sektor teknologi. Dijuluki sebagai salah satu pelopor pusat data (data center) di Indonesia, Otto Toto Sugiri mendirikan perusahaan tersebut pada 2011 dan mengembangkannya menjadi salah satu operator pusat data terbesar di Indonesia. DCI Indonesia kemudian resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021.
Sebelum mendirikan DCI Indonesia, Otto lebih dulu membangun perusahaan teknologi Sigma Cipta Caraka pada 1989. Perusahaan itu kemudian diakuisisi oleh Telkom Indonesia dan kini dikenal sebagai Telkomsigma.
Posisi Kedelapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1076756/original/013322000_1449390538-20151206-Orang-Terkaya-Indonesia-3.jpg)
Perbesar
Sementara itu, pendiri Indorama Corporation Sri Prakash Lohia berada di posisi kedelapan dengan kekayaan US$ 8,6 miliar. Pengusaha kelahiran India ini membangun sebagian besar kekayaannya dari bisnis pupuk dan polimer. Pada 1970-an, ia bersama sang ayah pindah ke Indonesia dan mendirikan Indorama Corporation, yang awalnya memproduksi benang pintal (spun yarn).
Seiring waktu, Indorama berkembang menjadi grup industri berskala global dengan bisnis yang mencakup petrokimia, pupuk, tekstil, dan berbagai produk industri lainnya.
Posisi Kesembilan
Perbesar
Presiden Komisaris DCI Indonesia, Marina Budiman menempati posisi kesembilan dengan total kekayaan US$ 6,7 miliar. Bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia, ia mendirikan DCI Indonesia pada 2011 dan membawa perusahaan tersebut menjadi salah satu operator data center terbesar di Indonesia.
Sebelum membangun DCI Indonesia, Marina telah lama berkecimpung di industri teknologi. Ia bekerja bersama Otto Toto Sugiri di Bank Bali pada 1985, kemudian bergabung dengan perusahaan teknologi Sigma Cipta Caraka pada 1989.
Pada 1994, Marina turut mendirikan Indonet, penyedia layanan internet (ISP) pertama di Indonesia. Ia bersama para pendiri lainnya kemudian melepas kepemilikan saham di Indonet pada 2023.
Posisi Sepuluh
Sedangkan peringkat kesepuluh ditempati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan kekayaan US$ 6,4 miliar. Pengusaha ini bersama keluarganya menguasai mayoritas saham Bumitama Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tercatat di Bursa Singapura dengan seluruh perkebunannya berlokasi di Indonesia.
Bisnis keluarga juga dijalankan melalui Harita Group, salah satu konglomerasi yang bergerak di sektor sumber daya alam dan pengolahan mineral.
Harita Group kini dipimpin oleh putranya, Lim Gunawan Hariyanto, sebagai CEO. Selain bisnis kelapa sawit, grup ini menguasai mayoritas saham perusahaan tambang bauksit Cita Mineral Investindo serta mengembangkan industri hilirisasi nikel melalui Trimegah Bangun Persada.
Perusahaan pengolahan nikel tersebut berhasil menghimpun dana sekitar US$650 juta melalui penawaran umum perdana (IPO) pada 2023, memperkuat posisi Harita Group sebagai salah satu pemain utama di industri pertambangan dan hilirisasi mineral Indonesia.
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes 2026
- Prajogo Pangestu — US$ 28,6 miliar (Peringkat 84 dunia)
- Low Tuck Kwong — US$ 20,2 miliar (Peringkat 131 dunia)
- R. Budi Hartono — US$ 19,6 miliar (Peringkat 139 dunia)
- Michael Hartono — US$ 18,9 miliar (Peringkat 149 dunia)
- Anthoni Salim — US$ 13,1 miliar (Peringkat 228 dunia)
- Tahir dan keluarga — US$ 10,6 miliar (Peringkat 304 dunia)
- Otto Toto Sugiri — US$ 9,4 miliar (Peringkat 370 dunia)
- Sri Prakash Lohia — US$ 8,6 miliar (Peringkat 412 dunia)
- Marina Budiman — US$ 6,7 miliar (Peringkat 612 dunia)
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono — US$ 6,4 miliar (Peringkat 653 dunia)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302436/original/044831300_1784549450-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Infrastruktur_dan_Pembangunan_Kewilayahan_Agus_Harimurti_Yudhoyono__AHY_-20_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288861/original/080436300_1783338022-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait-6_Juli_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8788495/original/004267100_1782897588-herlambang-tinasih-gusti-iBZP_xb1-34-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/804912/original/080833100_1422933463-Ilustrasi-Pajak-150203-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8308685/original/012790900_1782174775-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_19.58.42_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4955210/original/084692100_1727494685-82edf2ca-5bb6-416f-821b-6a8cf9dcabef.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302321/original/018389900_1784540640-Foto_Siaran_Pers_-_TASPEN_Perkuat_Implementasi_ESG_melalui_Green_Miles_Program__Dorong_Budaya_Mobilitas_Rendah_Emisi_di_Lingkungan_Kerja.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4344679/original/051242400_1677815156-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5029976/original/069564300_1732949914-Screenshot_2024-11-30_135440.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302234/original/004426800_1784537483-1000382589.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4285713/original/050423000_1673249413-IMG-20230109-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6843528/original/072960200_1779629425-1000324590.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298937/original/083194800_1784187585-IMG_1980.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214816/original/034965000_1746780745-1000005810.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9301910/original/075077900_1784524939-1000382413.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3536675/original/057156600_1628587637-WhatsApp_Image_2021-08-10_at_14.51.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539209/original/082047000_1774593652-2a129685-2a4e-4829-b883-9b0bd8c1346c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4158340/original/041753300_1663171566-033118600_1662225472-ok_bbm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547853/original/042614700_1775473865-dpr1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509296/original/068715000_1771675865-PT_Kereta_Cepat_Indonesia_China__KCIC__memberikan_promo_khusus_bagi_tiket_Whoosh-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5194131/original/092217200_1745291278-20250422-Tarif_Listrik-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558374/original/028151500_1776416302-PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk_Perkuat_Inovasi_Lewat_Konsep_Toko_Terbaru_di_AZKO_Living_Plaza_Bintaro__1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536941/original/047454900_1774355154-Stasiun_KA_Surabaya_Pasar_Turi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500660/original/042683800_1770872753-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543654/original/093604700_1775031612-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.51.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)