50 Juta Warga Termiskin Desil 1-5 Bakal Dapat Bansos Langsung ke Rekening

9 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah tengah menyusun sistem agar penyaluran bantuan sosial (bansos) bisa dilakukan dengan digital. Targetnya 50 juta warga termiskin di desil 1-5 akan mendapat alokasi bansos langsung ke rekening yang dimilikinya dan diuji coba mulai tahun depan.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, cara ini sebagai percepatan digitalisasi bansos. Upaya tersebut sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat memiliki rekening bank.

"Subsidi langsung diberikan pada rakyat ke bank account dari rakyat, itu arahan Presiden. Dengan begitu membawa keadilan, ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita, masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan," ungkap Luhut di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Dia mengatakan, angka itu bisa saja berkembang ke depannya. Namun, pada tahap awal akan dilakukan pada jumlah target 50 juta warga desil 1-5 tadi.

"Jadi sekarang dengan ini akan semua transparan, terbuka, tapi tadi juga kita sepakat tidak ada lagi nanti cash transfer (tunai), jadi semua cashless transaction, ya," ucap dia.

Harapannya langkah tersebut bisa mengurangi praktik korupsi pada bantuan pemerintah. Karena seluruh proses dilakukan melalui sistem digital.

"Jadi itu juga untuk mengurangi korupsi. Jadi nanti kalau ada orang yang nyogok-nyogok ya duitnya enggak bisa lagi dia taruh ke bank karena harus ada underlying-nya," ucap dia.

Uji Coba 2027

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ini mengatakan uji coba penyaluran bansos langsung ke rekening penerima akan dilakukan mulai kuartal I 2027. Sementara, mulai Oktober 2026, pemerintah akan memperkuat sistem dan data acuannya terlebih dahulu.

Penguatan data itu diperlukan lantaran masih ada sekitar 50 persen dari jumlah penerima bansos dinilai tak tepat sasaran.

"Kalau pendistribusian kita uji coba nanti pada kuartal satu tahun depan. Jadi tahun ini kita menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib. Kan selama ini banyak sekali tadi 50 persen, itu off target secara nasional, ya," terangnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |