APINDO: Ketegangan Geopolitik Nyata tapi Indonesia Tetap Menarik bagi Investor

8 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W Kamdani, mengakui, ketegangan geopolitik global memang nyata dan turut dirasakan oleh dunia usaha.  Ia menggambarkan, situasi global diwarnai rivalitas negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat, pelaku usaha tetap memandang bisnis sebagai hubungan antarpelaku usaha atau business to business (B2B).

Karena itu, para pemangku kepentingan di kawasan APAC terus berupaya membangun pemahaman bersama agar hasil forum bisnis dapat diteruskan kepada para pemimpin masing-masing negara.

"Jika kita melihat ketegangan geopolitik, itu memang benar-benar ada. Dinamika global ini jelas dirasakan dalam dunia bisnis,” ujar Shinta dalam forum CCSEA 2026, Selasa (10/2/2026).

Shinta menilai Indonesia berada pada posisi yang strategis dan menarik bagi semua pihak. Beragam peluang proyek dan sektor unggulan dinilai mampu menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. 

"Indonesia selalu berada pada posisi yang menarik. Kita memiliki banyak peluang, termasuk peluang proyek, yang dapat menarik lebih banyak investor,” kata dia.

Ia menambahkan, sektor-sektor antara lain hilirisasi industri, energi terbarukan, dan infrastruktur menjadi bidang yang paling diminati investor. Namun, Shinta mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan iklim investasi Indonesia tetap kohesif dan kompetitif. 

"Kita seolah membuka toko, tetapi pekerjaan rumah kita adalah memastikan iklim investasi yang solid dan berdaya saing,” ujarnya.

Saat forum APAC, Shinta menekankan pentingnya memperkuat kemitraan. Kehadiran pelaku usaha dari Hong Kong, Tiongkok, dan negara lain di kawasan dinilai sebagai peluang besar bagi pengusaha nasional untuk menjalin kerja sama baru. 

“Kami mencari kemitraan, dan ini saat yang tepat bagi pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan peluang tersebut,” ujar dia. 

Meski mengakui adanya ketidakpastian akibat dinamika geopolitik, Shinta menegaskan bahwa dunia usaha akan selalu berhadapan dengan risiko. Tantangannya adalah bagaimana meminimalkan ketidakpastian tersebut agar bisnis tetap dapat berjalan dan berkembang. 

"Dalam bisnis, bisnis tetaplah bisnis. Ketidakpastian akan selalu ada, dan pertanyaannya adalah bagaimana risiko itu bisa dikelola,” pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |