BRI Salurkan Kredit Rp1.235 Triliun, UMKM Makin Berdaya Gerakkan Ekonomi

2 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hingga Triwulan II 2026, penyaluran kredit UMKM BRI tercatat tumbuh 8,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1.235,4 triliun. Kinerja tersebut menegaskan posisi UMKM sebagai salah satu fondasi utama bisnis BRI di tengah ekspansi perseroan ke berbagai segmen.

Kinerja tersebut tercermin dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8). Dalam kesempatan tersebut, BRI mencatat portofolio kredit UMKM tumbuh 8,6% YoY menjadi Rp1.235,4 triliun.

Sebagai bank dengan fokus utama pada sektor UMKM, BRI tetap mempertahankan porsi pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam portofolio kreditnya.

Pemberdayaan UMKM Dilakukan dari Desa hingga Pelaku Usaha

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengungkapkan besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM tersebut berjalan beriringan dengan upaya BRI untuk mendorong pelaku usaha terus tumbuh dan naik kelas.

“Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,”ujar Aquarius.

Pada level komunitas usaha, BRI mengembangkan program Klasterku Hidupku yang kini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

LinkUMKM Jangkau 17,3 Juta Pelaku UMKM

Pemberdayaan juga diperluas melalui pemanfaatan teknologi digital. Melalui platform LinkUMKM, BRI telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Selain melalui platform digital, BRI turut memberikan pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem tersebut.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk menjalankan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pendekatan ini diarahkan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga UMKM dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

“Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,”ujar Aquarius.

Kinerja BRI Tetap Solid hingga Triwulan II 2026

Komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan UMKM berjalan seiring dengan kinerja perseroan yang tetap solid. Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% YoY.

Pada periode yang sama, penyaluran kredit BRI tumbuh 16,2% YoY menjadi Rp1.646 triliun. Sementara itu, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5% YoY.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa penguatan bisnis dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan terus berjalan beriringan, dengan UMKM tetap menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan BRI.

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |