Jurus Supaya Kuota LPG 3 Kg Tak Jebol

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) berupaya penyaluran LPG 3 kilogram (LPG 3 Kg) lebih tepat sasaran. Hal ini di tengah konsumsi tabung gas elpiji bersubsidi itu diprediksi melebihi kuota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Sejak awal 2026, penyaluran LPG bersubsidi 3 kg ini sudah diprediksi melebihi kuota yang ditetapkan. Kuota LPG 3 kg ditetapkan 8 juta ton dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR pada Selasa, 27 Januari 2026, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar mencatat, kuota penyaluran LPG 3 kg sebanyak 8 juta metric ton (MT) pada 2026. Namun, realisasinya diprediksi bisa tembus ke 8,7 juta MT jika tidak ada pembatasan.

"Pada tahun 2026 diprognosakan untuk distribusi tanpa pengendalian, artinya distribusi ini dilakukan dengan tidak adanya batasan-batasan, itu akan meningkat sebesar 3,2 persen dari realisasi (2025), mohon maaf, meningkatnya cukup tinggi dari 8.000 ton menjadi 8.700," ujar Achmad saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR, Selasa, 27 Januari 2026.

LPG 3 kg disalurkan 8,51 juta MT pada 2025, lebih rendah sedikit dari kuota revisi 8,54 juta MT pada tahun yang sama. Kuota awal APBN 2025 sebesar 8,17 juta MT.

Sementara itu, jika ada pembatasan konsumen LPG subsidi di 2026, kelebihan penyaluran akan mencatat angka yang lebih rendah, menjadi sekitar 8,3 juta MT. Meskipun, angka tersebut masih lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan dalam APBN 2026.

"Kalau dari prognosa terhadap penyaluran LPG yang dibatasi atau dikendalikan, ini akan meningkat sekitar 300 ton, enggak terlalu banyak," ujar dia.

Penyaluran LPG Tembus 5,05 Juta Ton hingga Juli 2026

Pada 26 Agustus 2026, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menuturkan, konsumsi LPG subsidi melebihi kuota setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah selalu mengubah besaran kuota dan menetapkan volume lebih tinggi dari volume kuota subsidi LPG yang ditetapkan sebelumnya.

"Kami lanjutkan ke bagian kuota LPG, kita ketahui bahwa memang dari tahun ke tahun sesungguhnya LPG ini terus meningkat," kata Laode dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pada 2023 misalnya, pemerintah menetapkan kuota awal 8,0 juta metric ton (MT), besaran itu diubah menjadi 8,1 juta MT dengan realisasinya 8,04 juta MT. Pada 2024, kuota awal 8,03 juta MT diubah jadi 8,29 juta MT dengan realisasi 8,23 juta MT. Serta, pada 2025 kuota awal 8,17 juta MT diubah jadi 8,55 juta MT dengan realisasi 8,52 juta MT.

Jika dilihat dari angka kuota subsidi LPG yang ditetapkan di awal, terjadi peningkatan setiap tahun dari 2023-2025. Ia menuturkan, penyaluran LPG 3 Kg hingga Juli 2026 sudah mencapai 5,05 juta ton. Padahal, alokasi yang dipatok dalam APBN 2026 berada di kisaran 8 juta ton.

Laode mencatat prognosa konsumsi LPG subsidi 3 kg tembus 8,67 juta MT pada 2026 atau 108,46% dari kuota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau kita perhatikan di sini memang secara umum konsumsi LPG kita itu dari tahun ke tahun terus meningkat. Nah memang upaya-upaya sudah dilakukan bagaimana untuk bisa mengurangi beban dari meningkatnya konsumsi LPG ini," ujar dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |