Di Tengah Gejolak Geopolitik dan Ekonomi Global, BRI Optimistis Kinerja 2026 On Track

1 day ago 16

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memproyeksikan kinerja perseroan pada 2026 tetap berada dalam jalur yang telah ditetapkan, meski di tengah dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari menyampaikan bahwa perseroan telah menetapkan proyeksi pertumbuhan yang cenderung moderat untuk tahun ini, dengan mempertimbangkan berbagai faktor eksternal.

“Secara umum sebenarnya di tahun 2026 guidance pertumbuhan yang kami sampaikan itu memang cukup moderat ya. Jadi kalau teman-teman lihat itu loan growth itu kita berikan guidance estimasi kami akan tumbuh 7-9% year on year. Kami lihat bahwa sampai dengan kinerja BRI di bulan Maret 2026 itu masih di jalur yang sesuai dengan rencana bisnis yang telah kami buat sebelumnya,” ujar Viviana dalam Konferensi Pers, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi fundamental ekonomi domestik yang relatif stabil menjadi salah satu faktor pendukung keyakinan tersebut. Konsumsi masyarakat serta aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai masih konsisten menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sehingga memang kalau kita lihat kondisi saat ini termasuk guidance yang kami berikan, kami belum merasa adanya kebutuhan untuk melakukan revisi terhadap rencana bisnis bank. Tetapi memang kami akan tetap alert, tetap melihat situasi sehingga kami dapat bersikap lebih adaptif terhadap perkembangan kondisi eksternal terutama dan kami akan melakukan penyesuaian apabila nanti memang kami rasa diperlukan,” jelasnya.

BRI menegaskan akan terus mencermati perkembangan kondisi global dan domestik guna menjaga kinerja tetap optimal, sekaligus memastikan fleksibilitas dalam merespons perubahan yang terjadi.

BRI Bukukan Laba Rp 15,5 Triliun di Kuartal I 2026

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 13,7% secara tahunan atau year-on-year (yoy), di tengah tekanan global yang meningkat akibat eskalasi risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut ditopang oleh fundamental bisnis yang tetap kuat serta strategi pertumbuhan yang dijalankan secara selektif dan prudent.

“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana, serta kualitas aset yang tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada triwulan I 2026 sebesar Rp 15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara year-on-year,” ujarnya dalam Konferensi Pers, Kamis (30/4/2026).

Selain laba, kinerja operasional BRI juga menunjukkan tren positif. Pre-Provision Operating Profit (PPOP) tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp 32,2 triliun, mencerminkan kemampuan perseroan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan efisiensi.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7% yoy menjadi Rp 1.562 triliun, dengan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dengan penyaluran mencapai Rp 1.211 triliun.

Penghimpunan Dana

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 9,4% yoy menjadi Rp 1.555 triliun, yang didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 13,2% yoy menjadi Rp 1.058,6 triliun. Total aset BRI juga meningkat 7,2% yoy menjadi Rp 2.250 triliun hingga akhir kuartal I 2026.

“Di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat melalui berbagai inisiatif transformasi,” kata Hery.

Dari sisi kualitas aset, loan at risk (LAR) membaik menjadi 9,7% dari sebelumnya 11,1% pada periode yang sama tahun lalu. Efisiensi pendanaan juga terlihat dari penurunan cost of fund menjadi 2,3%, serta cost of credit yang membaik menjadi 3,2%.

Sejalan dengan itu, rasio profitabilitas turut meningkat dengan return on asset (ROA) mencapai 2,8% dan return on equity (ROE) naik menjadi 18,4%. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) juga tumbuh 11,9% yoy menjadi Rp 40,15 triliun.

Secara keseluruhan, BRI mampu menjaga kinerja yang solid dengan tetap memperhatikan kualitas pertumbuhan di tengah tantangan global.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |