Harga Nikel Diprediksi Menguat, Konflik Timur Tengah jadi Pemicu

1 day ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Harga nikel dunia berpotensi melanjutkan penguatan dan bahkan menembus level US$ 18.000 atau Rp 322,92 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.940) per ton apabila ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memanas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran dinilai mulai memengaruhi rantai pasok bahan baku industri nikel, terutama sulfur yang menjadi komponen penting dalam proses pengolahan bijih nikel.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, kenaikan harga nikel mulai terlihat pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, setelah logam tersebut mengalami tekanan cukup panjang akibat kelebihan pasokan (oversupply) di pasar global.

"Nikel (Kamis 16 Juli 2026) mengalami penguatan, yang kita tahu bahwa nikel ini terjadi over supply akibat mobil listrik yang saat ini menggunakan lithium sehingga terjadi penumpukan nikel yang cukup banyak dan membuat harga nikel mengalami penurunan," kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Ibrahim menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir harga nikel terpuruk karena kondisi over supply. Di sisi lain, penggunaan baterai kendaraan listrik yang semakin banyak mengadopsi teknologi berbasis lithium turut mengurangi permintaan terhadap nikel sehingga memperbesar penumpukan pasokan.

Meski demikian, menurut dia, tren tersebut mulai berubah. Penguatan harga yang terjadi pada Kamis menjadi sinyal pasar mulai kembali memberikan sentimen positif terhadap komoditas tersebut. Ia memperkirakan, penguatan harga nikel masih berpotensi berlanjut dalam beberapa pekan mendatang apabila faktor geopolitik tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.

"Tetapi kemarin nikel sudah mengalami kenaikan, dan kemungkinan besar di minggu-minggu depanpun masih akan mengalami kenaikan, karena adanya penurunan permasalahan di Timur Tengah yang kembali memanas antara Amerika dan Iran di Selat Hormuz," kata dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |