Operasional Penerbangan Bandara Kualanamu Berjalan Normal Setelah Erupsi Gunung Sinabung

5 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Operasional penerbangan Bandara Internasional Kualanamu kembali berjalan normal setelah erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Hal itu seiring tidak ditemukan abu vulkanik di Bandara Internasional Kualanamu.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2026).

“Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu berjalan normal,” ujar Lukman dikutip dari Antara.

Dia menyampaikan hasil pemantauan pada Rabu, 2 September 2026 pukul 16.00 WIB, tidak terdeteksi ada abu vulkanik di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Hal itu dibuktikan dengan tidak ditemukan abu vulkanik pada kertas uji.

"Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Kualanamu pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB," ujar Lukman.

Meski begitu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap operasional penerbangan, terutama di Bandara Kualanamu.

Lukman menuturkan, berdasarkan SIGMET (Significant Meteorological Information) yang bersumber dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada tanggal 2 September 2026 terpantau aktivitas erupsi Gunung Sinabung dengan sebaran awan abu vulkanik yang teramati hingga ketinggian 14.000 kaki.

"Bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot, dengan intensitas yang diprakirakan tetap atau tidak mengalami perubahan signifikan," ujar dia.

Informasi SIGMET tersebut berlaku pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB tanggal 2 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan keselamatan penerbangan, khususnya terhadap kemungkinan perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat mempengaruhi pola pergerakan abu vulkanik serta berpotensi berdampak terhadap jalur penerbangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperoleh informasi perkembangan aktivitas gunung berapi antara lain dari VAAC Darwin dan Forecaster Stasiun Meteorologi yang selanjutnya menjadi bahan dalam koordinasi dan pengambilan langkah mitigasi bersama penyelenggara bandar udara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |