Pasokan LPG Pulau Sumbawa Aman, Kapal Gas Sudah Sandar

14 hours ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Kedatangan kapal LPG Gas Camellia di Integrated Terminal Bima memastikan pasokan elpiji di Pulau Sumbawa tetap aman dan distribusi berjalan lancar ke berbagai daerah.

Kapal LPG Gas Camellia bersandar di Integrated Terminal Bima pada Senin, 13 April. Kehadiran kapal ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi, khususnya pasokan LPG di wilayah Pulau Sumbawa.

Integrated Terminal Bima diketahui menjadi pusat distribusi LPG untuk sejumlah wilayah, meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa, hingga Kabupaten Sumbawa Barat.

Setelah kapal tiba, proses bongkar muat langsung dilakukan guna memastikan distribusi LPG tidak mengalami hambatan. Langkah ini penting agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

"Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat," demikian dikutip dari akun Instagram Integrated Terminal Bima, Selasa (14/4/2026).

Dengan kelancaran proses tersebut, diharapkan pasokan LPG di seluruh wilayah Sumbawa tetap stabil, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor usaha.

Tantangan Geografis

Selanjutnya, LPG yang telah dibongkar akan didistribusikan ke berbagai fasilitas pengisian, seperti Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) serta Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

Distribusi ini mencakup seluruh wilayah di Pulau Sumbawa, sehingga masyarakat di berbagai daerah tetap mendapatkan akses energi yang merata.

PT Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan energi hingga ke daerah dengan keterbatasan akses. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Selain itu, keberadaan infrastruktur seperti Integrated Terminal Bima menjadi kunci penting dalam memastikan rantai pasok LPG berjalan efektif dan efisien.

Melalui sistem distribusi yang terintegrasi, Pertamina mampu menjaga stabilitas pasokan LPG, meskipun menghadapi tantangan geografis yang beragam di Indonesia.

39 Kapal Beroperasi

Untuk mendukung distribusi LPG ke seluruh pelosok negeri, Pertamina Patra Niaga mengandalkan armada kapal yang andal. Saat ini, perusahaan mengoperasikan sembilan kapal LPG milik sendiri serta lebih dari 30 kapal charter.

Armada tersebut berperan penting dalam menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan kepulauan seperti Pulau Sumbawa.

Pergerakan kapal yang terus beroperasi di berbagai rute memungkinkan distribusi LPG tetap berjalan lancar, meskipun kondisi geografis Indonesia cukup menantang.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Dengan penggunaan yang tepat, distribusi LPG diharapkan dapat lebih merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |