Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menempatkan ubi kayu sebagai salah satu komoditas strategis dalam pembangunan industri nasional. Maka dari itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penguatan industri berbasis sumber daya alam guna menciptakan rantai nilai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri pati ubi kayu merupakan bagian dari pelaksanaan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang berlandaskan ASTA CITA. Strategi ini dirancang untuk memperkuat kedaulatan industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
“Sebagai perwujudan pelaksanaan SBIN, Kementerian Perindustrian mengakselerasi industrialisasi berbasis sumber daya alam melalui komoditas yang memiliki nilai strategis, salah satunya pati ubi kayu,” ujar Agus dalam Business Matching Pati Ubi Kayu, di Gedung Kemenperin Widya Chandra, Kamis (22/1/2026).
Ia menuturkan, SBIN dirumuskan dengan tujuh pokok kebijakan utama yang saling terintegrasi.
Ketujuh kebijakan tersebut mencakup perlindungan pasar domestik, ekspansi pasar ekspor dan orientasi global, investasi bernilai tambah serta substitusi impor, penguasaan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), reformasi regulasi lintas sektor, pengembangan industri halal sebagai motor pertumbuhan baru, serta penguatan keterkaitan hulu–hilir atau backward–forward linkage.
“Strategi pembangunan industri nasional kita berlandaskan ASTA CITA, dengan pendekatan prinsip utama yang dirumuskan dalam Strategi Baru Industrialisasi Nasional,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menurut dia, perlindungan pasar domestik menjadi penting agar industri dalam negeri mampu tumbuh sehat dan tidak tergerus produk impor.
Dorong Ekspansi Pasar Ekspor
Pada saat yang sama, pemerintah juga mendorong ekspansi pasar ekspor agar industri nasional semakin berorientasi global dan berdaya saing.
Agus menambahkan, investasi yang didorong bukan sekadar besar secara nilai, tetapi juga harus memberikan nilai tambah dan mampu menggantikan produk impor.
Dalam implementasi SBIN, Kementerian Perindustrian juga mengakselerasi industrialisasi berbasis sumber daya alam. Salah satu komoditas strategis yang dikembangkan adalah pati ubi kayu, yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat rantai nilai industri dari hulu hingga hilir.
“Penguatan backward–forward linkage menjadi kunci agar rantai nilai industri kita terintegrasi dan efisien,” jelas Agus.
Optimalkan Industri Dalam Negeri
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap industri pengguna dalam negeri semakin mengandalkan pasokan pati ubi kayu lokal. Terlebih industri pengguna pati ubi kayu berasal dari berbagai sektor baik pangan maupun non pangan.
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengatakan ada 49 industri pengguna pati ubi kayu dari berbagai sektor. Mereka menggunakan pati ubi kayu untuk makanan ringan hingga industri kertas. Selain itu, ada pula 17 industri pati ubi kayu yang berlokasi di Lampung.
"Pengguna pati ubi kayu berasal dari sektor pangan seperti pemanis, bumbu, makanan ringan, dan mie instan, serta sektor non pangan seperti industri kertas, bahan kimia, dan ethanol,” kata Putu di Gedung Kementerian Perindustrian Widya Chandra, Kamis (22/1/2026).
Langkahnya, kata Putu, dengan mendorong perluasan pasar pati ubi kayu dalam negeri melalui kegiatan Business Matching yang mempertemukan industri produsen dengan calon pengguna.
Ia melihat, program ini dapat membuat ketergantungan terhadap bahan baku impor dapat ditekan, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan industri pengolahan ubi kayu di dalam negeri.
"Business Matching ini kami harapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat industri nasional dari hulu hingga hilir,” ucap Putu.
Memperkuat Rantai Pasok
Menurut dia, program ini bisa memperkuat rantai pasok, menekan impor, serta meningkatkan daya saing industri pengolahan ubi kayu nasional. Terlebih, ada kolaborasi antara Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI), industri pengolah pati ubi kayu, industri pengguna, serta Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin.
"Dalam rangka perluasan pasar pati ubi kayu dalam negeri, substitusi impor, diversifikasi spesifikasi pati ubi kayu, dan penguatan rantai pasok industri pengolahan ubi kayu,” ujar Putu.
Ia menjelaskan, pembiayaan pelaksanaan kegiatan sepenuhnya dilakukan oleh PPTTI, sementara Kemenperin berperan sebagai fasilitator untuk mempertemukan pelaku industri hulu dan hilir.
"Kami memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini agar pelaku industri bisa langsung bertemu dan menjajaki kerja sama bisnis yang konkret,” ujar dia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381769/original/014038400_1760516964-3cc4cf67-bc52-4983-abc7-65b9edfbefa5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492695/original/003945000_1770182123-Utusan_Khusus_Presiden_Bidang_Iklim_dan_Energi__Hashim_Djojohadikusumo-.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256720/original/046490700_1750248775-f3bdce7a-e287-4a17-b7bd-c5e2c5499ba6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492314/original/086952700_1770166757-88f7bb63-33ed-45d6-bebc-ffab38d730e3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429088/original/026792600_1764573461-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Inovasi_Teknologi_Sektor_Keuangan__Aset_Keuangan_Digital__dan_Aset_Kripto_OJK__Hasan_Fawzi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1308848/original/001411100_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2975199/original/078857400_1574424908-20191122-Keindahan-Raja-Ampat-Masih-Memesona-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491872/original/002897500_1770108822-LP_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484428/original/077512500_1769425772-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_18.02.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492112/original/041145900_1770120554-IES.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4142115/original/069896900_1661933484-Energi-Terbarukan-G20-Tallo-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478468/original/098541300_1768902297-1000026803.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472368/original/045596100_1768364075-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377339/original/034194800_1760089873-WhatsApp_Image_2025-10-10_at_4.22.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387428/original/053594900_1761041499-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_06.51.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4594999/original/047400000_1696220197-Jokowi_Resmikan_Kereta_Cepat_Jakarta-Bandung_Whoosh-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1676457/original/010595500_1502453066-20170811-indonesia-property-expo-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4531309/original/096308400_1691557117-IMG-20230809-WA0003.jpg)