Perminas Gandeng NEM Asal Abu Dhabi, Kelola Logam Tanah Jarang di 2 Negara

8 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas mulai menjajaki pengelolaan logam tanah jarang (rare earth) di Indonesia dan Republik Gabon, Afrika Tengah. Langkah ini bakal memanfaatkan kerja sama dengan perusahaan asal Abu Dhabi yakni NEM.

Perminas resmi meneken Nota Kesepahaman (MoU) dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM). MoU itu menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait: pertama, sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon, dan kedua, potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Indonesia.

"Fase berikutnya pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global," kata Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengutip keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat integrasi hulu-hilir serta membangun rantai pasok rare earth yang tangguh dan berdaya saing global yang mencakup pengembangan sumber daya, pemrosesan, dan manufaktur lanjutan.

Rosan memastikan kerja sama ini selaras dengan agenda hilirisasi, penguatan rantai pasok mineral kritis, serta pengembangan kapabilitas pemrosesan dan manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan dan partisipasi investasi strategis bersama Perminas, guna mendorong integrasi hulu–hilir yang berdaya saing global.

"Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan," kata Rosan.

Langkah Baru Indonesia

Sementara itu, Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, mengatakan MoU Perminas dan NEM menandai langkah baru Indonesia dalam industri mineral kritis serta logam tanah jarang.

"Ini menandai fase baru dalam keterlibatan Indonesia di industri mineral kritis, termasuk rare earth elements," katanya.

Dia menuturkan, kemitraan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan industri dalam negeri sekaligus memperkuat partisipasinya dalam pasar mineral kritis global.

"Kolaborasi dengan NEM mencerminkan meningkatnya kapasitas industri Indonesia serta kepercayaan mitra internasional terhadap potensi mineral kritis Indonesia," ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |