Top 3: Penumpang Kereta Api Melonjak saat Libur Imlek 2026

22 hours ago 18

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat ada 910.656 tiket penumpang yang dipesan untuk periode libur Tahun Baru Imlek 2026. Sebanyak 622.784 orang sudah naik kereta api sejak 13-15 Februari 2026.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menuturkan hingga 16 Februari 2026 pukul 11.00 WIB, penjualan tiket untuk periode keberangkatan 13 sampai 17 Februari 2026 telah mencapai 910.656 tiket. Angka ini lebih tinggi dari total 825.303 tempat duduk yang disediakan atau setara 110,34 persen.

"Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan yang terus berlangsung," kata Anne dalam keterangan resmi, Senin, 16 Februari 2026.

Sementara itu, pada tiga hari pertama periode libur, yakni 13-15 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melayani 622.784 pelanggan di berbagai relasi perjalanan. Pada 13 Februari 2026, KAI melayani 202.105 pelanggan dengan okupansi 123 persen dari kapasitas 164.196 tempat duduk.

Pada 14 Februari 2026, jumlah pelanggan tercatat 216.863 orang dengan okupansi 132 persen dari kapasitas 163.974 tempat duduk. Sementara pada 15 Februari 2026, sebanyak 203.816 pelanggan bepergian dengan okupansi 123 persen dari kapasitas 165.392 tempat duduk.

"Tingkat okupansi di atas 100 persen dipengaruhi pola perjalanan pelanggan dinamis, yaitu pelanggan yang naik dan turun di stasiun antara sebelum mencapai tujuan akhir," jelas Anne.

Artikel Lonjakan Penumpang Kereta Api Libur Imlek 2026: Okupansi Tembus 110% menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Senin pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Selasa, (17/2/2026):

1. Lonjakan Penumpang Kereta Api Libur Imlek 2026: Okupansi Tembus 110%

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat ada 910.656 tiket yang dipesan untuk periode libur Tahun Baru Imlek 2026. Sebanyak 622.784 orang sudah naik kereta api sejak 13-15 Februari 2026.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menuturkan hingga 16 Februari 2026 pukul 11.00 WIB, penjualan tiket untuk periode keberangkatan 13 sampai 17 Februari 2026 telah mencapai 910.656 tiket. Angka ini lebih tinggi dari total 825.303 tempat duduk yang disediakan atau setara 110,34 persen.

"Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan yang terus berlangsung," kata Anne dalam keterangan resmi, Senin, 16 Februari 2026.

Sementara itu, pada tiga hari pertama periode libur, yakni 13-15 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melayani 622.784 pelanggan di berbagai relasi perjalanan. Pada 13 Februari 2026, KAI melayani 202.105 pelanggan dengan okupansi 123 persen dari kapasitas 164.196 tempat duduk.

Pada 14 Februari 2026, jumlah pelanggan tercatat 216.863 orang dengan okupansi 132 persen dari kapasitas 163.974 tempat duduk. Sementara pada 15 Februari 2026, sebanyak 203.816 pelanggan bepergian dengan okupansi 123 persen dari kapasitas 165.392 tempat duduk.

"Tingkat okupansi di atas 100 persen dipengaruhi pola perjalanan pelanggan dinamis, yaitu pelanggan yang naik dan turun di stasiun antara sebelum mencapai tujuan akhir," jelas Anne.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Menkeu Purbaya: Lebih Baik Utang Bertambah daripada Ekonomi Seperti 1998

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan tegas mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah di tengah tantangan ekonomi global awal tahun ini. Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah harus mengambil keputusan sulit demi menjaga stabilitas nasional.

Menurut Menkeu, perlambatan ekonomi yang terjadi beberapa waktu terakhir memaksa pemerintah untuk memilih strategi yang paling minim risiko bagi rakyat. Ia memberikan perbandingan tajam antara kondisi saat ini dengan memori kelam krisis finansial masa lalu.

"Ini kemarin terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? Ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit, tetapi ekonomi kita selamat habis itu kita tata ulang semuanya," ujar Purbaya di The Tribrata Darmawangsa, ditulis, Senin (16/2/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan meningkatkan utang dilakukan secara terukur sebagai stimulus untuk memastikan roda ekonomi tetap berputar. Baginya, menyelamatkan ekonomi dari jurang krisis sistemik adalah prioritas utama sebelum pemerintah melakukan konsolidasi atau penyehatan kembali anggaran negara.

Strategi "tata ulang" yang dimaksud Menkeu mencakup komitmen untuk menyehatkan kembali APBN melalui optimalisasi pendapatan negara setelah kondisi ekonomi dinyatakan benar-benar stabil. Ia menjamin bahwa langkah ekspansi fiskal ini bersifat sementara dan akan segera diikuti dengan efisiensi di berbagai lini.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Bahlil: Jangan Mimpi Swasembada Energi Kalau Tak Ada Terobosan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia, memandang swasembada energi sebagai pekerjaan besar yang membutuhkan langkah berbeda. Bukan sekadar target administratif, melainkan rangkaian terobosan konkret. Bahlil menegaskan, upaya mencapai kemandirian energi mesti dilandasi tindakan nyata dan inovasi teknologi. Ia mengingatkan ketergantungan pada importir adalah bukti kegagalan mendorong kemandirian secara serius.

"Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," tegasnya dalam siaran pers resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (16/2/2026).

Ia menyoroti beberapa permasalahan teknis utama di sektor energi, semisal jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua sehingga lifting migas tidak maksimal.

"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kita kerja samakan," bebernya.

Berita selengkapnya baca di sini

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |