PR Pemerintah Menuju Swasembada Garam 2027

1 day ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Perdebatan mengenai impor garam selalu muncul hampir setiap tahun. Namun, persoalan utama sebenarnya bukan terletak pada besarnya volume impor, melainkan pada belum terbangunnya industri garam nasional yang mampu memenuhi kebutuhan sektor manufaktur. Di sisi lain, pemerintah membidik swasembada garam.

Selama kualitas dan produktivitas garam dalam negeri belum mampu bersaing, impor akan tetap menjadi bagian dari kebutuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan untuk menghentikan impor garam pada 2027.

Namun, hal ini dinilai tidak akan tercapai selama neraca kebutuhan garam nasional belum disusun secara transparan dan berbasis data pasokan dan kebutuhan industri yang dapat diverifikasi. Tanpa neraca yang akurat, kebijakan impor rentan ditetapkan melebihi kebutuhan riil dan pemanfaatannya sering disalahgunakan.

Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Muhammad Rizal Taufikurahman mengatakan, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai lebih dari 95 ribu km, Indonesia seharusnya memiliki keunggulan komparatif. Namun, faktanya, produksi garam masih sangat bergantung pada musim, teknologi tambak masih tradisional, produktivitas rendah, dan kualitas belum konsisten.

Produksi garam nasional saat ini berada di kisaran 2,5 juta ton per tahun, sementara kebutuhan domestik mencapai sekitar 4,9 juta ton dan diproyeksikan naik menjadi 5,3 juta ton pada 2029. Lebih dari 55 persen kebutuhan garam pada 2024 masih dipenuhi melalui impor, terutama untuk garam industri spesifikasi tinggi. Defisit tersebut terutama terjadi pada segmen garam industri, bukan garam konsumsi.

"Defisit tersebut terutama terjadi pada garam industri, bukan garam konsumsi. Artinya, selama persoalan produktivitas, kualitas, dan industrialisasi tidak diselesaikan, maka impor akan terus menjadi konsekuensi ekonomi. Dengan kata lain, Indonesia belum mengalami krisis sumber daya garam, tetapi mengalami krisis transformasi industri garam," tutur dia kepada Liputan6.com, Selasa (30/6/2026).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |