240 BUMN Sudah Dipangkas, Pengelolaan Aset Makin Besar

1 day ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengaturan BUMN dan Danantara telah memangkas 240 entitas BUMN hingga Juli 2026 ini. Pengelolaan aset yang sebelumnya terpisah kini menjadi terintegrasi.

Perampingan jumlah perusahaan pelat merah itu diungkapkan Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Dia memastikan proses integrasi aset berjalan sesuai rencana, sekaligus memperkuat efektivitas pengelolaan portofolio perusahaan negara secara menyeluruh. “Kita ingin setiap aset BUMN dikelola sebagai satu kekuatan besar, bukan berjalan sendiri-sendiri," tegas Dony di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Danantara menggelar rapat internal membahas BUMN yang fokus pada progres integrasi pengelolaan aset agar lebih efisien, terkoordinasi, dan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN secara berkelanjutan.

Dony memandang, melalui pengelolaan yang semakin terintegrasi, aset-aset BUMN diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih produktif, memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong terciptanya nilai ekonomi yang lebih besar bagi negara.

"Kalau pengelolaannya makin terintegrasi, manfaatnya juga akan jauh lebih besar, baik untuk negara, dunia usaha, maupun masyarakat,” ucap Chief Operating Officer (COO) Danantara ini.

Kinerja BUMN Moncer

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan seluruh BUMN yang berada dalam ekosistem pengelolaannya telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.

Bersamaan dengan itu, Danantara juga memaparkan sejumlah capaian kinerja perusahaan pelat merah yang dinilai menunjukkan tren positif sepanjang April 2025 hingga April 2026.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan berbagai pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan sekaligus transformasi BUMN di sejumlah sektor strategis yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Danantara turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional," ujar Rohan Hafas dikutip dari Antara, Kamis (2/7/2026).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |