Ada 12 Titik Pasar Murah di 10 Kabupaten/Kota Sumut, Sebar 16.500 Paket Sembako

1 month ago 44

Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menggelar kegiatan pasar murah secara serentak di 10 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung pada 19–22 Desember 2025, dengan menyiapkan tak kurang dari 16.500 paket sembako murah bagi masyarakat.

Selain pasar murah, Inalumjuga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal yang dilaksanakan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan HUT InalumKe-50 yang jatuh pada 6 Januari 2026, sekaligus sebagai respons perusahaan terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui program pasar murah, Inalumberupaya membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta mendukung proses pemulihan pascabencana bagi warga terdampak.

Corporate Secretary PT Inalum, Mahyaruddin Ende, menyampaikan bahwa peringatan HUT Ke-50 dimaknai perusahaan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

“Pada peringatan HUT Ke-50 ini, kami memilih untuk merayakannya dengan berbagi dan menumbuhkan kepedulian melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat. Penyediaan paket sembako murah ini kami harapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera Utara. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pemangku kepentingan dan berharap Inalumdapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Mahyaruddin, Senin (22/12/2025).

Selain pasar murah, Inalumjuga menyiapkan berbagai program sosial yang akan dilaksanakan sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026. Program-program tersebut menyasar kawasan operasional perusahaan serta wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Program Sosial

Adapun program sosial tersebut meliputi penyediaan mobiler sekolah, bantuan peralatan mitigasi bencana, tenda darurat, bibit pertanian dan perikanan, serta pembangunan infrastruktur pendukung untuk mempercepat pemulihan masyarakat.

Kepala Grup Layanan Strategis Inalum, Daniel Hutauruk, menjelaskan bahwa program INALUM Peduli merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari tahap mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana.

“Momentum HUT InalumKe-50 kami maknai sebagai ajakan bagi seluruh Insan INALUM untuk terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan. Semangat kebersamaan ini mencerminkan nilai kepedulian dan solidaritas yang terus dijaga Inalumdalam mendampingi masyarakat terdampak bencana, baik di Sumatera Utara, wilayah sekitar operasional, Aceh, maupun Sumatera Barat,” ujar Daniel.

Melalui rangkaian program sosial ini, Inalum menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya sebagai pelaku industri strategis nasional, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial dalam menghadapi tantangan kemanusiaan dan bencana alam.

Ekspansi Smelter Aluminium, Inalum Butuh SDM Mumpuni

Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bakal menambah smelter di Mempawah, Kalimantan Barat dan Kuala Tanjung, Sumatra Utara. Ada penambahan kapasitas hingga pembangunan smelter baru di lokasi-lokasi tersebut.

Perlu diketahui, Inalum sudah punya Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah. Kemudian, ada rencana pengembangan kapasitas SGAR 2 pada 2028 dan pembangunan Smelter 2 di Mempawah, Kalimantan Barat, dan Potline 4 di Smelter Kuala Tanjung, pada 2029.

Direktur Strategic Support & Human Capital Inalum, Benny Wiwoho menilai perlu sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam menopang perkembangan smelter tersebut.

"Seluruh progres ini menegaskan peran ICLF (Inalum Culture & Learning Festival) sebagai penggerak penguatan kapabilitas SDM, percepatan inovasi, dan peningkatan daya saing jangka panjang perusahaan," kata Benny dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).

Dia menjelaskan, Inalum sebagai bagian dari Holding BUMN Industri Pertambangan, MIND ID, jadi wajah dari industri aluminium terintegrasi di Indonesia. Maka, dibutuhkan karyawan yang siap terhadap dinamika perusahaan dan ekosistem industri aluminium nasional.

"Oleh karena itulah ICLF ini dibuat setiap tahun, kami menganggap bahwa Insan Inalum yang kompetitif, agile dan siap berkembang akan bisa lebih cepat membawa Inalum menjadi lebih kompetitif, inovatif, dan agile," ujar Benny.

Mau Bikin Smelter Baru

Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berencana membangun smelter baru di Mempawah, Kalimantan Barat. Total listrik yang dibutuhkan untuk operasional nantinya mencapai 1,2 gigawatt (GW).

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita menyampaikan listrik itu perlu dipenuhi pada masa awal operasional di penghujung 2028 mendatang. Adapun, kebutuhan listriknya mencapai 932 megawatt (MW) dengan pasokan kapasitas terpasang 1,2 gigawatt (GW) untuk mengantisipasi pemadaman.

"New aluminium smelter itu dengan 600 ribu ton (kapasitas produksi) itu kita memerlukan 1,2 gigawatt (GW) instalasi terpasang," kata Melati dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI, Kamis (20/11/2025).

Dia mengatakan pasokan listrik diperlukan secara stabil atau tanpa kedip untuk menopang operasional smelter. Artinya, kebutuhan listrik itu harus konsisten sepanjang tahun.

"Karena memang musuh besar kami itu kalau listrik mati smelter kami tidak bisa recovery. Pot-nya langsung mati dan itu harus bangun lining baru untuk pot-nya. Jadi sangat berbahaya sekali kalau buat kami kalau availability-nya itu kurang dari 100 persen," tuturnya.

Dia menjelaskan, pengadaan pembangkit listrik di smelter Mempawah itu tidak masuk dalam anggaran Inalum. Berbeda dengan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I dan II yang dipasok dari pembangkit listrik pribadi milik Inalum.

"Jadi besar harapan kami, kami bisa beli listrik dari PLN," katanya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |