ASEAN Kalahkan China Jadi Kawasan Incaran Perusahaan Eropa, Ini Alasannya

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - ASEAN semakin mengukuhkan posisi sebagai kawasan dengan peluang ekonomi paling menarik bagi perusahaan Eropa. Sebanyak 61% responden EU-ASEAN Business Sentiment Survey 2026 menilai Asia Tenggara menawarkan peluang ekonomi terbaik dalam lima tahun mendatang.

Posisi ASEAN tersebut jauh mengungguli China yang dipilih 16% responden. Asia Selatan berada di angka 12%, sedangkan Eropa hanya 3%.

Dengan capaian tersebut, ASEAN kembali menjadi kawasan dengan peluang ekonomi terbaik bagi perusahaan Eropa untuk tahun keempat berturut-turut. Porsinya juga meningkat dari 56% pada 2025 menjadi 61% tahun ini.

Di saat yang sama, sebanyak 78% responden memperkirakan perdagangan dan investasi mereka di ASEAN akan meningkat dalam lima tahun ke depan. Angka tersebut naik dari 71% pada 2025.

Chairman EU-ASEAN Business Council Jens Ruebbert mengatakan, ASEAN berada dalam posisi yang kuat ketika perusahaan global mulai meninjau ulang lokasi investasi, sumber pasokan, dan kegiatan produksi.

“ASEAN berada dalam posisi yang baik dalam perubahan lingkungan ini. Skala, prospek pertumbuhan, serta posisinya di pusat arus perdagangan dan investasi utama memberikan keuntungan besar,” kata Jens dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Ia menilai perusahaan Eropa semakin menyadari keunggulan ASEAN di tengah ketidakpastian perdagangan, gangguan geopolitik, dan perubahan struktur ekonomi global.

Alternatif Lokasi Produksi

Daya tarik ASEAN semakin terlihat ketika perusahaan Eropa mulai menata kembali rantai pasok global.

Di antara perusahaan yang mempertimbangkan penyesuaian rantai pasok akibat ketidakpastian perdagangan dan geopolitik, 67% mempertimbangkan ASEAN sebagai tujuan. Angka tersebut jauh di atas Asia Selatan yang mencapai 29% dan China sebesar 24%.

Artinya, ASEAN tidak hanya dilihat sebagai kawasan dengan pasar konsumen yang tumbuh, tetapi juga sebagai alternatif lokasi produksi dan rantai pasok.

Perusahaan Eropa juga memiliki alasan kuat untuk mempertahankan kehadirannya di kawasan. Sebanyak 73% responden menyebut ASEAN semakin penting terhadap pendapatan global perusahaan mereka dalam dua tahun terakhir.

Sebanyak 78% perusahaan yang disurvei juga berencana memperluas operasi di setidaknya satu pasar ASEAN. Lebih dari separuh responden, yakni 54%, bahkan berencana melakukan ekspansi di tiga pasar atau lebih.

Namun, ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat tetap menjadi perhatian. Sebanyak 81% responden mengatakan ketidakpastian tarif AS telah mengurangi kepercayaan mereka terhadap bisnis di ASEAN.

Meski demikian, tekanan tersebut belum membuat perusahaan Eropa meninggalkan kawasan. Sebaliknya, perusahaan cenderung menyesuaikan strategi investasi dan rantai pasok untuk menghadapi perubahan lingkungan global.

Hambatan Integrasi Ekonomi ASEAN

Besarnya minat tersebut masih dibayangi persoalan integrasi ekonomi ASEAN. Dunia usaha menilai fragmentasi regulasi dan hambatan non-tarif dapat mengurangi manfaat dari pasar regional yang besar.

Sebanyak 73% responden menilai terdapat terlalu banyak hambatan untuk menggunakan rantai pasok ASEAN secara efisien. Hanya 12% yang menilai prosedur kepabeanan di kawasan sudah cepat dan efisien.

Di sisi lain, sebanyak 87% responden menilai integrasi ekonomi ASEAN penting bagi keberhasilan bisnis mereka di kawasan.

Sebanyak 66% perusahaan yang disurvei juga sudah menggunakan rantai pasok regional ASEAN. Manfaat utama yang dirasakan adalah kedekatan dengan pasar dan pengiriman yang lebih cepat, serta biaya pemasok yang lebih kompetitif.

Survei tersebut menunjukkan ASEAN memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan sekaligus basis rantai pasok global. Skala pasar, lokasi strategis, dan konektivitas regional menjadi keunggulan yang semakin diperhitungkan perusahaan Eropa.

Namun, agar peluang tersebut semakin besar, ASEAN perlu mempercepat integrasi, menyederhanakan regulasi lintas negara, dan mengurangi hambatan perdagangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |