Kisah AO PNM Mekaar Dampingi Pengusaha Rumput Laut di Sebatik hingga Buka Peluang Kerja

5 hours ago 7

Liputan6.com, Nunukan - Menjangkau pelaku usaha di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, menjadi pengalaman tersendiri bagi Fipi Novita Sari. Sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar, perempuan yang akrab disapa Novi itu harus menempuh perjalanan melalui jalur laut dan darat untuk memberikan akses pembiayaan sekaligus pendampingan kepada para nasabah.

Selama tiga bulan bertugas di Sebatik, Novi harus menghadapi perjalanan menggunakan perahu hingga menyusuri jalan berkelok dan berbukit. Di balik medan tersebut, ia bertemu dengan para perempuan pelaku usaha rumput laut yang tengah berjuang mengembangkan usahanya.

Sebagian besar nasabah yang didampingi Novi merupakan pelaku usaha rumput laut. Pembiayaan Mekaar yang mereka peroleh dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan usaha, termasuk membeli tali yang digunakan dalam proses budidaya.

Perjalanan menuju nasabah pun tak selalu berjalan mudah. Sebagian kawasan Sebatik didominasi perkebunan kelapa sawit dengan kontur jalan berkelok dan berbukit. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, perjalanan melalui laut juga menjadi lebih menantang karena ombak yang cukup besar.

“Terkadang kami harus mengejar waktu sehingga perjalanan terasa cukup menantang, apalagi ketika banyak kendaraan roda empat yang melintas,” ujar Novi.

Dampingi Hampir 100 Nasabah di Sebatik

Tantangan perjalanan tersebut membawa Novi semakin dekat dengan beragam cerita usaha masyarakat Sebatik. Saat ini, ia mendampingi sekitar 18 kelompok dengan jumlah hampir 100 nasabah.

Pendampingan dilakukan sejak proses pembiayaan. Novi bertugas menjelaskan setiap tahapan kepada nasabah hingga memastikan pembiayaan dapat dicairkan.

Dari interaksi dengan para nasabah, Novi melihat langsung bagaimana tambahan modal digunakan untuk menunjang aktivitas usaha sehari-hari. Bagi pembudidaya rumput laut, misalnya, pembiayaan dapat digunakan untuk membeli tali yang menjadi salah satu kebutuhan dalam proses budidaya.

Tak hanya usaha rumput laut, Novi juga mendampingi nasabah yang menggantungkan penghasilan dari hasil laut lainnya, seperti udang dan kerang tudai.

Pada sejumlah keluarga, kegiatan usaha bahkan dilakukan bersama. Suami mencari hasil laut di pulau lain, sedangkan istri kemudian menjual hasil tangkapan tersebut untuk mendapatkan penghasilan.

Dari Mak Betang Mulai Bangun Usaha Sendiri

Salah satu perubahan yang paling membekas bagi Novi datang dari para perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai “Mak Betang”. Istilah lokal tersebut digunakan untuk orang yang membantu mengikat rumput laut, termasuk bekerja di tempat penjemuran.

Setelah mendapatkan pembiayaan dari PNM, sebagian dari mereka mulai mencoba beralih dari pekerja menjadi pelaku usaha dengan membangun usaha sendiri.

“Jadi, sebelumnya hanya sebagai pekerja, sekarang mereka mulai memiliki usaha sendiri,” kata Novi.

Pengalaman selama berada di Sebatik juga membuat Novi melihat bahwa usaha rumput laut masyarakat setempat tidak berdiri sendiri. Komoditas tersebut terhubung dengan rantai ekonomi yang lebih luas.

Sebagian rumput laut yang berasal dari Nunukan dikirim menuju Sulawesi untuk kemudian masuk ke pabrik pengolahan. Sebagian hasilnya juga dapat diekspor.

“Biasanya ada juga nasabah di Nunukan yang membuat produk seperti amplang rumput laut. Untuk rumput lautnya sendiri, sebagian dikirim ke Sulawesi. Dari sana, ada pabrik yang kemudian mengolahnya dan sebagian bisa diekspor,” ujar Novi.

Usaha Berkembang, Peluang Kerja Ikut Terbuka

Menurut Novi, perkembangan usaha nasabah juga berpotensi memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitarnya. Ketika skala usaha semakin besar, kebutuhan terhadap tenaga kerja ikut bertambah dan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat lain memperoleh penghasilan.

“Dampak nyatanya adalah nasabah bisa membuka peluang kerja bagi orang lain. Mereka bisa mengembangkan usahanya sehingga usahanya semakin besar dan pada akhirnya dapat menjadi peluang pekerjaan bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.

Novi telah bergabung dengan PNM sejak 28 Oktober 2024. Sebelum maupun setelah menyelesaikan penempatannya selama tiga bulan di Sebatik, ia bertugas di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara.

Baginya, pekerjaan sebagai AO PNM Mekaar tidak hanya mempertemukannya dengan banyak pelaku usaha, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri dan memahami proses pembiayaan.

“Selain itu, pekerjaan ini membuat saya bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Saya juga bisa mengembangkan diri di PNM dan belajar bagaimana proses pembiayaan di salah satu perusahaan besar,” ucapnya.

Kisah Novi bersama para nasabah di Sebatik menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha ultramikro.

Holding UMi terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Holding tersebut dirancang untuk menghadirkan akses pembiayaan terintegrasi bagi pelaku usaha mikro dan ultramikro di berbagai wilayah Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |