Penumpang Terdampak Anak Krakatau Dapat Full Refund hingga Relaksasi Izin

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan hak penumpang tetap terlindungi di tengah gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Selain mengutamakan keselamatan, pemerintah menyiapkan pengalihan penerbangan, transportasi lanjutan, hingga pengembalian biaya tiket secara penuh bagi penerbangan yang dibatalkan.

“Ini semua membuktikan bahwa kami semua berupaya agar ketika terjadi situasi yang tidak kita kehendaki, tetapi konektivitas masih harus terus dicarikan solusinya dengan pengalihan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026). 

Dalam tiga hari terakhir, sebanyak 2.961 penerbangan terdampak. Rinciannya terdiri atas 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional, dengan sedikitnya 341.411 penumpang ikut terdampak.

Dari total tersebut, sebanyak 2.930 penerbangan dibatalkan, 24 penerbangan mengalami penundaan atau penjadwalan ulang, sedangkan tujuh penerbangan dialihkan.

Untuk menjaga konektivitas, pemerintah mengoperasikan 10 bandara pendukung yang beroperasi selama 24 jam. Bandara tersebut yakni Kertajati, Ahmad Yani, Adi Soemarmo, Yogyakarta International Airport, Juanda, Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II, Minangkabau, Supadio, dan SAMS Sepinggan.

Refund dan Transportasi Lanjutan

Menko AHY menegaskan, penumpang yang penerbangannya dibatalkan berhak memperoleh pengembalian biaya tiket atau refund sebesar 100 persen. Kebijakan ini berlaku untuk tiket yang dibeli melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun daring.

“Yang pertama, yang refund itu 100 persen harus dikembalikan, baik secara online maupun datang langsung ke bandara. Ini juga sudah disampaikan kepada OTA, Online Travel Agents, untuk juga memastikan mengikuti kebijakan ini,” kata AHY.

Selain refund, pemerintah menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang yang terdampak. Layanan tersebut disediakan melalui bus DAMRI dan kereta api bekerja sama dengan PT KAI.

Transportasi lanjutan itu mencakup sejumlah rute menuju dan dari Yogyakarta, Solo, Semarang, hingga Surabaya. Langkah tersebut diambil untuk menjaga mobilitas masyarakat meski sejumlah penerbangan harus dibatalkan atau dialihkan.

Pemerintah juga menyiapkan relaksasi bagi penumpang asing yang mengalami kelebihan masa izin tinggal akibat pembatalan penerbangan.

Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan perlindungan dan kepastian bagi seluruh penumpang, termasuk warga negara asing (WNA), yang perjalanan mereka terganggu akibat kondisi vulkanik.

Apresiasi AHY

Menko AHY turut mengapresiasi Kementerian Perhubungan dan seluruh jajarannya, AirNav Indonesia, operator bandara, maskapai penerbangan, serta pihak terkait yang terus menangani dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi penting karena kondisi vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu dan berpengaruh terhadap operasional penerbangan.

“Kami semua berupaya agar masyarakat yang terdampak langsung tidak terlalu berat. Informasi atau progres dan update yang bisa disampaikan dari waktu ke waktu mohon agar diikuti oleh masyarakat luas,” ujar Menko AHY.

Ia meminta masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan penerbangan. Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah, lanjut AHY, berupaya memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas sehingga gangguan penerbangan tidak menimbulkan kepanikan.

“Kita ingin memastikan masyarakat tetap waspada, teredukasi, tetapi tidak mengakibatkan adanya kepanikan yang luar biasa. Saya rasa ini adalah tugas kita bersama,” pungkas Menko AHY.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |