Bahlil Buka Pintu Impor BBM dari Banyak Negara, Termasuk Rusia

10 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sangat terbuka untuk mendatangkan impor BBM dari berbagai negara, termasuk Rusia. Selama harga minyak dari negara bersangkutan terjangkau.

"Semua negara, semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

"(Termasuk Rusia?) Ya kenapa tidak? Wong Amerika aja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok," dia menegaskan.

Lebih lanjut, Bahlil mengabarkan pemerintah juga sudah melakukan penjajakan kerja sama dengan Brunei Darussalam, untuk pasokan minyak dan gas bumi (migas).

"Kemarin kita di Brunei dengan wakil perdana menterinya kita melakukan komunikasi bilateral. Transfer teknologi, kemudian saling mereka juga mau belajar ke Indonesia," ungkap dia.

"Kita juga mengatakan kalau mereka mempunyai gas C3 C4 untuk bahan baku LPG, bisa kita ambil punya mereka juga atau kita bangun industri LPG di sana untuk offtaker-nya di Indonesia," tuturnya.

Jajaki Kerja Sama dengan Brunei

Sebelumnya, Bahlil telah menjajaki kerja sama strategis dengan Brunei Darussalam, mulai dari penguatan ketahanan pasokan minyak hingga peluang kolaborasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Penjajakan ini terjadi dalam pertemuan bilateral strategis dengan Deputy Minister (Energy) at the Prime Minister’s Office Brunei Darussalam di Tokyo, Jepang.

Bahlil mengatakan, pertemuan ini membuka babak baru, di mana Brunei yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen minyak dan gas bumi (migas) utama di Asia Tenggara mulai secara serius melirik langkah transformasi energi Indonesia.

Delegasi Brunei menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan diversifikasi pembangkit energi, khususnya yang berasal EBT.

"Brunei melihat Indonesia telah melangkah lebih maju dan terstruktur dalam mengembangkan pembangkit energi dari berbagai macam sumber energi, dimana Brunei memanfaatkan 99 persen dari gas untuk pembangkit listriknya dan ingin mengurangi porsi pemanfaatan gas untuk pembangkitnya," ujarnya beberapa waktu lalu.

Kapasitas Terpasang Pembangkit 5 Kali Lipat

Ke depannya, Brunei sedang mempersiapkan untuk meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit nasionalnya hingga 5 kali lipat dari kapasitas eksisting, atau ingin menambah 4 gigawatt (GW) dari kapasitas terpasang yang sekarang sebesar 1 GW.

Namun pembahasan tidak hanya berhenti pada pembangkit listrik. Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi pasokan minyak.

Dengan kapasitas produksi minyak Brunei yang mencapai sekitar 100.000 hingga 110.000 barel per hari, Indonesia membuka peluang penjajakan impor minyak bumi dari negara tersebut sebagai salah satu opsi untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

"Penjajakan impor minyak bumi dari Brunei menjadi salah satu opsi strategis yang kita dorong, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman," kata Bahlil.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |