Harga Minyak Dunia Melesat Usai Ketegangan AS-Iran Meningkat

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak naik pada Senin, 11 Mei 2926 setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan konflik dengan Iran "belum berakhir,". Hal itu meningkatkan kekhawatiran ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat lagi dan semakin mengancam pasokan energi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menolak tawaran balasan Iran untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. “Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya, SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!”, demikian mengutip CNBC, Senin, (11/5/2026).

Harga minyak Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS dengan pengiriman Juni naik 2,4% menjadi USD 97,69 per barel pada pukul 6:40 pagi ET. Sementara kontrak berjangka minyak mentah Brent internasional dengan pengiriman Juli naik 2,3% menjadi USD 103,68.

Harga minyak WTI dan Brent keduanya naik sekitar 40% sejak perang yang dipimpin AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

“Masih ada material nuklir, uranium yang diperkaya yang harus dikeluarkan dari Iran,” kata Netanyahu pada Minggu dalam sebuah wawancara di acara “60 Minutes” CBS yang akan ditayangkan Minggu malam.

"Masih ada situs pengayaan yang harus dibongkar, masih ada proksi yang didukung Iran, masih ada rudal balistik yang ingin mereka produksi... masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.”

Ketika ditanya bagaimana AS dan Israel akan mengeluarkan material nuklir tersebut, Netanyahu menjawab: “Anda masuk, dan Anda mengeluarkannya.”

Analis Citi menulis dalam laporan minyak terbaru, kalau harga dapat naik lebih lanjut jika Iran dan AS tidak mencapai kesepakatan.

Analis Citi menambahkan, pasar minyak mentah telah terlindungi oleh persediaan yang tinggi, pelepasan cadangan minyak strategis, permintaan yang lebih lemah di negara-negara berkembang, dan tanda-tanda sesekali kemungkinan de-eskalasi di Timur Tengah.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |