Bank Raya Bukukan Laba Rp12,01 Miliar di Kuartal II 2026, Bisnis Digital Terus Tumbuh

11 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Raya Indonesia Tbk (kode emiten: AGRO) membukukan kinerja positif sepanjang Kuartal II/2026. Pertumbuhan bisnis digital yang terus menguat menjadi salah satu pendorong utama peningkatan kinerja perseroan, sekaligus memperlihatkan hasil dari transformasi digital yang dijalankan secara konsisten.

Hingga Kuartal II/2026, Bank Raya mencatat laba bersih sebesar Rp12,01 miliar. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan bisnis kredit digital yang mencerminkan pembiayaan tetap tumbuh secara sehat.

Peningkatan aktivitas transaksi tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan berbagai fitur pengelolaan keuangan digital oleh masyarakat. Sejalan dengan itu, rasio Current Account Saving Account (CASA) Bank Raya juga meningkat menjadi 38,09 persen pada Kuartal II/2026, dibandingkan 29,72 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Bank Raya juga terus mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada bisnis kredit digital. Hingga Kuartal II/2026, penyaluran kredit digital mencapai Rp16,46 triliun dan meningkat 22,6% (yoy), dengan outstanding kredit digital mencapai Rp3,17 triliun atau tumbuh 21,2% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan bagi nasabah.

Salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut berasal dari champion product Bank Raya, yaitu Pinang Dana Talangan yang merupakan solusi pembiayaan digital yang ditujukan bagi Agen BRILink dan Agen Gadai. Hingga Kuartal II/2026, penyaluran Pinang Dana Talangan mencapai Rp14,67 triliun dan tumbuh 29,1% (yoy) yang telah disalurkan kepada sekitar 69 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai, sementara outstanding pembiayaan meningkat secara signifikan menjadi Rp1,19 triliun atau tumbuh 48,8% (yoy). 

Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, "Kinerja pada Kuartal II/2026 mencerminkan konsistensi Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital sejalan dengan komitmen perusahaan dalam bertransformasi digital. Melalui berbagai inovasi layanan dan penguatan ekosistem digital, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat." 

Di tengah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Bank Raya juga terus menjaga fundamental keuangan yang sehat. Hal ini tercermin dari peningkatan rasio NIM sebesar 104bps menjadi 5,95%, yang dimana menunjukkan semakin optimalnya pengelolaan aset produktif dan sumber pendanaan. Dari sisi likuiditas, rasio LDR (Loan to Deposit) Bank Raya tercatat sebesar 83,31% dan LCR (Liquidity Coverage Ratio) sebesar 444,63% serta rasio NSFR (Net Stable Funding Ratio) sebesar 166,46% diatas ketentuan minimum sebesar 100%, yang mencerminkan kondisi likuiditas Bank tetap terjaga dengan baik. Sementara itu, permodalan Bank Raya juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 40,8%, jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi Bank Raya untuk terus mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |