Bukan Sekadar Diskon, Ini Misi Utama Gelaran ISF 2026

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) berkomitmen memperkuat roda perekonomian nasional. Salah satunya melalui gelaran pesta diskon tahunan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026, yang akan berlangsung selama 17 hari, mulai 7 hingga 23 Agustus 2026.

Ketua Umum DPP APPBI, Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa ISF dirancang sebagai program belanja berkesinambungan untuk menjaga gairah pasar, terutama saat memasuki masa sepi transaksi (low season) setelah puncak penjualan Ramadan dan Idulfitri.

"Ini adalah program-program belanja yang berkesinambungan. Puncak penjualan kita itu adalah Ramadan dan Idulfitri, biasanya setelah itu, di Indonesia itu masuk low season," ujar Alphonzus dalam konferensi pers ISF 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

"Dan low season tahun ini menjadi lebih panjang karena Ramadan, Idulfitrinya sudah terjadi di triwulan pertama. Jadi triwulan dua dan triwulan tiga itu menjadi low season yang panjang. Oleh karenanya, kami berusaha memperpendek, dalam tanda kutip, low season yang panjang ini dengan beberapa program-program belanja," lanjutnya.

Guna menjaga konsumsi masyarakat, APPBI sebelumnya telah menggandeng Himpunan Retail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPINDO) saat musim libur sekolah, serta mendukung gelaran Jakarta Great Sale yang terbukti sukses memenuhi target.

Setelah agenda ISF 2026 usai, rangkaian pesta belanja nasional akan terus bergulir hingga momen Natal dan Tahun Baru. Salah satunya adalah ajang Wonderful Indonesia Gastronomy pada Oktober mendatang, sebuah program festival belanja kuliner yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata.

Alphonzus menegaskan, berbagai gelaran ini bukan sekadar perayaan Hari Kemerdekaan RI, melainkan strategi nyata untuk menjaga daya beli pasar di tengah dinamika ekonomi.

"Jadi bukan hanya sekedar lagi merayakan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga fungsinya sekarang sudah lebih dari itu, untuk ikut mendukung pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan untuk memastikan betul-betul perdagangan dalam negeri Indonesia kita bisa maksimal di tengah situasi dan kondisi yang memang saat ini penuh dengan tantangan," tegasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |