Belajar dari Elang Jawa, EMTEK Perkuat Komitmen Jaga Keanekaragaman Hayati

1 hour ago 7

Liputan6.com, Jakarta - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dengan meluncurkan Ikrar Keanekaragaman Hayati sekaligus menunjuk Sustainability Champions dari berbagai divisi perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk mendorong lahirnya aksi nyata dalam menjaga lingkungan, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut diperkenalkan dalam EMTEK Biodiversity Day yang digelar pada Rabu (9/7/2026) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bekerja sama dengan Jagat Satwa Nusantara (JSN). Kegiatan ini diikuti perwakilan dari berbagai divisi di lingkungan EMTEK Holding dengan jumlah peserta mencapai hampir 40% dari total karyawan perusahaan.

Setelah kegiatan berlangsung, EMTEK juga menunjuk Sustainability Champions yang mewakili hampir satu dari lima karyawan. Mereka akan menjadi penggerak dalam menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya keanekaragaman hayati sekaligus mengajak rekan kerja menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sesi pembelajaran interaktif mengenai keanekaragaman hayati, konservasi satwa liar, hingga pengamatan satwa secara langsung bersama Tim Keanekaragaman Hayati JSN.

Program ini terinspirasi dari upaya pelestarian elang jawa (Nisaetus bartelsi), satwa endemik Pulau Jawa yang berstatus terancam punah dan dikenal sebagai inspirasi lambang negara Garuda Pancasila.

"Berbagai tekanan lingkungan yang dihadapi Jakarta mengingatkan kita akan pentingnya keanekaragaman hayati perkotaan. Salah satu contoh penting adalah elang jawa, spesies endemik yang terancam punah dan diasosiasikan dengan Garuda, lambang negara Indonesia," ujar Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara, M. Fardhan Khan dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Menurut Fardhan, keberhasilan program konservasi tidak hanya bergantung pada upaya perlindungan satwa, tetapi juga didukung penelitian, edukasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat.

"Keberhasilan dalam mengembangbiakkan spesies ini menunjukkan bagaimana konservasi, penelitian, edukasi, dan peningkatan kesadaran publik dapat berjalan bersama untuk membantu melindungi satwa liar Indonesia," kata dia. 

Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Melalui program konservasi di Taman Burung JSN, sejumlah satwa langka dan dilindungi berhasil dikembangbiakkan, di antaranya elang jawa, elang harpy Papua, serta elang emas Amerika.

Sementara itu, Direktur EMTEK sekaligus Ketua Komite ESG EMTEK, Titi Maria Rusli, mengatakan tema keanekaragaman hayati dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan berbagai persoalan lingkungan di kawasan perkotaan, mulai dari polusi udara, meningkatnya suhu, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga hilangnya habitat satwa.

"Keanekaragaman hayati adalah keragaman kehidupan—tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan ekosistem—serta bagaimana seluruhnya saling bergantung satu sama lain," ujar Titi.

Ia menambahkan, semangat Bhinneka Tunggal Ika juga tercermin dalam alam.

"Bhinneka Tunggal Ika, atau Berbeda-beda tetapi Tetap Satu, mengingatkan kita bahwa keberagaman memberikan kekuatan dan bahwa kita membutuhkan satu sama lain untuk dapat berkembang. Prinsip yang sama juga berlaku di alam. Melindungi keanekaragaman hayati berarti memahami bahwa kesejahteraan manusia, satwa liar, dan ekosistem saling terhubung," jelas dia. 

Ikrar Keanekaragaman Hayati

Sebagai penutup kegiatan, jajaran manajemen EMTEK bersama perwakilan dari berbagai divisi menandatangani Ikrar Keanekaragaman Hayati EMTEK. Melalui komitmen tersebut, para peserta sepakat menggunakan energi, air, dan material secara bertanggung jawab, mengurangi konsumsi yang tidak diperlukan, meminimalkan timbulan sampah, serta menghormati tumbuhan dan satwa liar.

EMTEK juga menugaskan Sustainability Champions untuk mengoordinasikan komunikasi mengenai keberlanjutan dan mendorong implementasi berbagai inisiatif ramah lingkungan di masing-masing divisi.

"Keanekaragaman hayati bukan hanya persoalan konservasi. Karyawan juga dapat turut mendukungnya melalui tindakan-tindakan sederhana di tempat kerja dan di rumah. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang berarti," ujar Head of Sustainability EMTEK, Grace Tobing.

Sebagai tindak lanjut, setiap divisi akan didorong membangun Pojok Keanekaragaman Hayati dan Pojok Hijau di lingkungan kantor. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan berbagai program lain, seperti sesi berbagi pengetahuan mengenai alam, penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab, pengurangan sampah, hingga komitmen pribadi terhadap lingkungan.

Melalui kolaborasi dengan Jagat Satwa Nusantara, EMTEK berharap isu keanekaragaman hayati semakin dekat dengan kehidupan karyawan sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari di tempat kerja.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |