Pengembangan Bioetanol Tetes Tebu Perlu Penguatan Pasokan Bahan Baku

9 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Rencana pemerintah mempercepat pengembangan bioetanol berbasis tetes tebu untuk mendukung penerapan bensin campuran etanol 10% (E10) dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, keberhasilan program tersebut memerlukan penguatan produksi tebu dan kepastian pasokan bahan baku agar target pembangunan industri bioetanol dapat berjalan berkelanjutan.

Pemerintah menargetkan pembangunan 30 hingga 50 pabrik bioetanol untuk mengurangi ketergantungan pada impor bensin sekaligus mempercepat transisi energi. Target tersebut didukung proyeksi peningkatan produksi tebu nasional hingga 110,1 juta ton pada 2030 sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 40 Tahun 2023.

Pengamat pertanian Khudori menilai peningkatan produksi tebu menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan program bioetanol berbasis tetes tebu. Menurut dia, optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta perbaikan rendemen tebu perlu berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas industri bioetanol.

“Kalau mengandalkan tetes tebu, sepanjang produksi tebu tidak naik signifikan kontinuitas bahan baku bioetanol akan menjadi problem eksistensial,” kata Khudori kepada Liputan6.com, Kamis (23/7/2026).

Selain peningkatan produksi tebu, Khudori menilai pemerintah perlu memastikan ketersediaan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol mengingat komoditas tersebut juga dimanfaatkan oleh industri pangan, alkohol, dan kosmetik. Kepastian alokasi bahan baku dinilai akan memperkuat keberlanjutan industri bioetanol di masa depan.

Khudori juga memandang dukungan kebijakan menjadi elemen penting agar program bioetanol memiliki daya saing yang berkelanjutan. Pengalaman program biodiesel menunjukkan keberhasilan transisi energi memerlukan dukungan ekosistem, mulai dari jaminan penyerapan produk hingga mekanisme pembiayaan yang menjaga keekonomian industri.

“Yang tidak kalah penting: bioetanol akan disandarkan pada bahan baku apa?” ucap Khudori.

Menurut Khudori, penguatan sisi hulu dan hilir secara bersamaan akan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program bioetanol nasional. Dengan pasokan bahan baku yang memadai, dukungan kebijakan yang konsisten, serta kepastian pasar, pengembangan bioetanol berpeluang menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |