BI Ingatkan '5 Jangan', Biar Uang THR Tak Cepat Rusak!

14 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat untuk lebih peduli dalam merawat uang rupiah agar tetap layak edar melalui kampanye sederhana bertajuk “5 Jangan”.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik uang, terutama menjelang momen pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) yang identik dengan peningkatan peredaran uang tunai di masyarakat.

Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari lima kebiasaan yang dapat merusak uang rupiah, yakni jangan melipat, jangan mencoret, jangan menstaples, jangan meremas, maupun jangan membasahi uang.

“Buat masyarakat yang dapat THR dan sudah tukarkan uang, kami imbau ingat 5 jangan, jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi,” kata Ricky dalam Konferensi Pers RDG BI Maret, dikutip Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, kebiasaan sederhana ini berperan penting dalam menjaga kualitas uang beredar sekaligus mencerminkan sikap menghargai rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Maka dengan menerapkan prinsip “5 Jangan”, masyarakat tidak hanya menjaga keutuhan fisik uang, tetapi juga ikut memperkuat rasa bangga terhadap mata uang nasional.

Realisasi Penukaran Uang Meningkat

Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi penukaran uang kartal tahun ini telah melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya.

Ricky P. Gozali mengungkapkan, hingga saat ini realisasi penukaran uang sudah mencapai 91% dari total yang disiapkan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu yang berada di level 89%, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap penukaran uang baru untuk kebutuhan Lebaran.

"Hingga saat ini realisasinya sudah melebihi tahun lalu. Tahun lalu sebesar 89% dari rencana kita, tahun ini hingga hari ini sudah 91% realisasinya," kata Ricky dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil RDG Maret 2026, Selasa (17/3/2026).

Ricky menjelaskan, peningkatan realisasi ini terjadi di tengah kenaikan jumlah uang kartal yang disediakan BI pada tahun ini.

BI Sediakan Rp 185,6 Triliun Penukaran Uang 

Adapun secara total, BI menyiapkan Rp 185,6 triliun untuk kebutuhan penukaran uang, meningkat sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Ricky, lonjakan realisasi tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi sinyal positif terhadap kondisi ekonomi domestik yang tetap kuat. Meningkatnya aktivitas penukaran uang umumnya sejalan dengan naiknya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran.

"Tentunya ini cukup banyak peningkatannya dibanding tahun lalu karena dimasukkan 15% yang sudah kita naikkan di tahun ini.  Jadi, ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi yang masih sangat baik di Indonesia dengan jumlah penukaran yang sudah terjadi sampai saat ini,” pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |