Bos Agrinas Siap Batalkan Impor Meski Harus Bayar Denda

9 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota mengaku siap membatalkan impor mobil pikap dari India jika diminta. Menyusul, ada penundaan impor tersebut hingga Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air.

Dia menegaskan akan melaksanakan keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo. Dia juga mengaku tidak gentar jika harus menghadapi konsekuensi bisnis jika ternyata harus batal.

"Saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara apabila itu memang untuk kepentingan rakyat tanpa sedikitpun saya ragu-ragu. Kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier itulah tanggung jawab saya," ungkap Joao dalam konferensi pers di Menara Yodya, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Dia mengatakan, proses impor 105.000 unit pikap dari India sudah dimulai. Bahkan, ada beberapa unit yang disebut sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Joao menyebut akan mengikuti perintah dari pemerintah dan DPR

"Kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR dimana mereka mewakili rakyat jadi kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai," ujarnya.

Joao menegaskan lagi, siap menyanggupi ketika ada denda yang ditagihkan imbas dari pembatalan transaksi 105.000 unit mobil pikap dari India. "Jadi apapun risikonya itu konsekuensi yang harus saya ambil dan saya harus berdiri di depan bertanggung jawab terhadap langkah saya ini, termasuk kalau ada denda," ucap dia.

Mau Temui Wakil Ketua DPR

Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota berencana menemui Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dia akan menjelaskan soal impor mobil pikap dari India.

Diketahui, hal ini merespons pernyataan Dasco yang meminta penundaan impor mobil India tersebut hingga Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air. 

"Saya akan memintakan waktu kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi," kata Joao, dalam konferensi pers di Menara Yodya, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

"Jadi sekarang saya pun akan mencoba mencari waktu beliau dan saya pasti loyal, setia dan taat itu 100%," ia menambahkan.

Tak Gubris Pihak yang Menolak

Joao tak menanggapi lebih lanjut soal penolakan dari beberapa pihak. Namun, dia menegaskan akan mengikuti perintah dari Pemerintah. Dia mengamini belum ada keputusan final soal penundaan atau kelanjutan impor mobil pikap dari India ini.

"Kami hanya setia kepada negara dan rakyat tidak kepada individu atau kelompok tertentu yang menolak. Selama negara berpihak mendukung apa yang kami lakukan akan kami laksanakan. Tapi kalau negara dan DPR mengatakan bahwa kami harus hentikan, kami hentikan dengan segala risiko tadi saya sudah sampaikan," beber dia.

Menkop Ferry Buka Suara

Sebelumnya, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono buka suara mengenai pengadaan 105.000 unit mobil pikap dari India. Dia mengamini saat ini prosesnya ditunda terlebih dahulu.

Ferry menjelaskan, soal impor mobil pikap dari India bukan kewenangan Kementerian Koperasi. Meskipun, mobil-mobil itu rencananya akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Kemarin sudah diputuskan, itu bukan wewenangnya Kementerian Koperasi," kata Ferry, ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |