Bos OJK Ajak Investor Perluas Investasi di Bursa Karbon hingga Mineral

1 day ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengajak investor pasar modal Indonesia untuk mulai memperluas pilihan investasi melalui diversifikasi portofolio. Dia menuturkan, investor tidak perlu hanya bergantung pada instrumen saham, mengingat semakin banyak alternatif investasi yang tersedia di pasar keuangan.

Friderica mengatakan, perkembangan pasar keuangan Indonesia saat ini telah membuka berbagai peluang baru bagi investor, mulai dari instrumen pasar modal konvensional hingga instrumen berbasis ekonomi hijau seperti perdagangan karbon dan rencana Bursa Mineral serta Komoditas Strategis.

"Saya mengajak seluruh investor di Indonesia untuk melakukan diversifikasi instrumen untuk memperluas investasi, karena sekarang dengan ada misalnya Bursa Karbon, nanti ada Bursa Mineral dan Komoditas Strategis," kata Friderica dalam Investment Forum 2026, di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam Investment Forum 2026, Friderica menekankan pentingnya diversifikasi investasi agar masyarakat dapat mengoptimalkan peluang pertumbuhan ekonomi nasional. Diversifikasi dinilai penting untuk membangun pasar keuangan yang lebih dalam sekaligus mengurangi ketergantungan investor terhadap satu jenis aset tertentu.

"Tentu ini juga membuka peluang buat investor di Indonesia untuk bisa memanfaatkan ini, menikmati tumbuh kembangnya pasar di Indonesia," ujar dia.

Bursa Karbon hingga Bursa Mineral Jadi Alternatif Baru

Friderica menyebut kehadiran Bursa Karbon menjadi salah satu contoh instrumen baru yang dapat dimanfaatkan investor. Menurut dia, pengembangan ekonomi hijau melalui perdagangan karbon memiliki potensi besar seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap investasi berkelanjutan.

Selain itu, OJK juga tengah mempersiapkan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Menurut Friderica, keberadaan bursa tersebut akan memberikan peluang baru bagi investor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan mineral strategis dunia.

"Nanti akan ada Bursa Komoditas Strategis dan juga Bursa Mineral ini, tentu saja ini juga bisa menjadi peluang bagi seluruh pihak, tentu saja juga untuk investor-investor di Indonesia. Insya Allah ini 1 Januari 2027, Bursa ini harus sudah beroperasi," pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |