Bos Pertamina Bocorkan Investor yang Mau Bangun Storage Minyak Mentah

1 day ago 13

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) membuka peluang kerja sama dengan investor untuk mengembangkan fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah di dalam negeri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, saat ini perusahaan tengah menjajaki potensi kerja sama dengan sejumlah investor asing. Salah satunya adalah perusahaan energi asal India, Essar Group.

“Waktu itu kami juga sudah bertemu dengan tim Pak Menteri yaitu dari Essar Group salah satunya,” kata Simon di BPH Migas, Kamis (12/3/2026).

Simon menjelaskan, perwakilan Essar Group sebelumnya telah bertemu dengan tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas peluang investasi di sektor energi.

Selain itu, mereka juga melakukan kunjungan langsung ke salah satu fasilitas kilang Pertamina untuk melihat potensi pengembangan proyek.

“Sedang penjajakan dan kemarin sudah berkunjung ke lokasi kilang kami yang ada di Plaju. Tentunya untuk melihat potensi kerja sama untuk pembangunan storage untuk tambahan,” ujar Simon.

Menurutnya, pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah tambahan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan pasokan energi di dalam negeri.

Bahlil: Investor Sudah Siap Bangun Storage Minyak Mentah RI

Sebelumnya, pemerintah menyatakan telah mendapatkan investor untuk pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil storage) di Indonesia. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan kapasitas cadangan minyak dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan investor yang akan terlibat dalam proyek tersebut berasal dari kombinasi investor dalam negeri dan luar negeri.

“Investasinya sudah ada, investornya sudah ada,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).

Menurut dia, proyek pembangunan storage tersebut nantinya akan digarap oleh pihak swasta. Namun, investor luar negeri yang terlibat bukan berasal dari Amerika Serikat.

“Investasinya dicampur dari dalam negeri dan dari luar, tetapi bukan AS. Yang membangun (storage) swasta,” ucap dia.

Pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini kapasitas penyimpanan minyak Indonesia masih relatif terbatas dibandingkan banyak negara lain.

Melalui pembangunan storage baru, pemerintah menargetkan kapasitas cadangan minyak nasional dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Target Cadangan Energi RI Mencapai 90 Hari

Bahlil menjelaskan bahwa pembangunan storage minyak mentah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional.

Saat ini kemampuan penyimpanan minyak Indonesia hanya berada pada kisaran sekitar 25 hingga 26 hari. Dengan pembangunan fasilitas baru, pemerintah menargetkan kapasitas cadangan dapat meningkat hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan.

“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) memberikan arahan agar segera bangun (storage). Kita butuh survival. Kalau tidak, nanti kita tergantung terus,” ucap Bahlil.

Menurut dia, keterbatasan kapasitas storage menjadi tantangan utama dalam upaya memperbesar cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Ia menjelaskan bahwa sejak lama daya tampung BBM nasional memang berada di kisaran maksimal 25 hari. Oleh karena itu, standar minimal cadangan BBM nasional selama ini hanya berada pada rentang 20 hingga 23 hari.

"Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari," katanya.

Keterbatasan Storage Jadi Kendala Cadangan BBM

Bahlil menegaskan keterbatasan cadangan BBM nasional bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan minyak, melainkan keterbatasan fasilitas penyimpanan yang tersedia saat ini.

“Bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana? Storage kita belum memadai,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah menilai pembangunan storage baru menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia, terutama dalam menghadapi potensi gangguan pasokan energi global.

Dengan adanya tambahan infrastruktur tersebut, pemerintah menargetkan cadangan BBM nasional ke depan dapat ditingkatkan hingga mencapai tiga bulan.

Terkait lokasi pembangunan storage, Bahlil mengungkapkan bahwa salah satu wilayah yang pernah dikaji sebagai lokasi potensial berada di Pulau Sumatera.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |