BRI Bersama Pemerintah Perkuat Ekonomi Kreatif Bali Lewat Akad KUR Massal 1.000 UMKM

11 hours ago 15

Liputan6.com, Bali - Pemerintah terus mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk bagi ribuan pelaku ekonomi kreatif di Bali. Kolaborasi yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor perbankan ini diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan daya saing usaha.

Dalam pelaksanaanya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut ambil bagian sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia melalui agenda “Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026” di Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, serta para pemangku kepentingan dari unsur kementerian/lembaga, perbankan, akademisi, dan pelaku UMKM.

Pemerintah Perkuat Ekosistem Pemberdayaan UMKM

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

“Melalui BRI dan bank-bank lainnya, pemerintah terus berusaha memberikan akses permodalan dan keuangan kepada para UMKM kita,” ujar Muhaimin.

Muhaimin Iskandar menambahkan bahwa kolaborasi antara kementerian, lembaga keuangan, pemerintah daerah hingga perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar pelayanan terhadap UMKM semakin optimal. Menurutnya, Bali menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Selain memperluas akses permodalan, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM menjaga kualitas produk dan jasa kreatif agar mampu bersaing di pasar. “UMKM tidak sekadar difasilitasi, tetapi juga harus tumbuh dengan kemampuan riset. Kampus diharapkan membuka akses riset yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menelusuri langkah sukses,” tambah Muhaimin.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |