Bukan Cuma di Kota, Helikopter Listrik Bisa untuk Jemput Kawasan Tambang

1 day ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi electric Vertical Take-off and Landing (eVTOL) atau helikopter listrik berpotensi berkembang menjadi bagian dari infrastruktur baru yang mendukung kegiatan industri dan produktivitas ekonomi Indonesia. Pengusaha transportasi udara melihat potensi helikopter listrik bukan lagi sekadar transportasi di perkotaan, melainkan moda antar-jemput di kawasan hilirisasi hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sebagai informasi, eVTOL merupakan helikopter berdaya baterai listrik yang mampu memuat hingga 2 orang penumpang, atau 3 orang jika memperhitungkan pilot sebagai pengemudi.

Head of Infrastructure Apindo sekaligus Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menegaskan bahwa alat transportasi canggih ini tidak hanya berperan sebagai moda transportasi penumpang di kawasan perkotaan. Teknologi ini dinilai dapat mempercepat mobilitas menuju kawasan pertambangan, perkebunan, hilirisasi, destinasi pariwisata, hingga pusat produksi yang jauh dari jaringan transportasi utama.

"Indonesia tidak membutuhkan eVTOL hanya untuk memindahkan penumpang dari satu gedung ke gedung lainnya. Potensi terbesarnya berada pada kemampuan menghubungkan kawasan produksi, industri, pariwisata, dan wilayah yang belum terlayani secara optimal," ujar Denon Prawiraatmadja di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (23/7/2026).

Di hadapan pelaku industri penerbangan internasional pada forum Advanced Air Mobility di Shanghai, China, Denon menceritakan bahwa banyak kawasan industri dan sumber daya alam di Indonesia berada jauh dari pusat kota, bandara utama, maupun jaringan transportasi darat.

Perjalanan yang selama ini memakan waktu berjam-jam berpotensi dipersingkat melalui layanan mobilitas udara vertikal yang terintegrasi untuk mengangkut tenaga ahli, pekerja, layanan kesehatan, kebutuhan operasional, hingga barang bernilai tinggi.

"Mobilitas adalah bagian dari produktivitas. Ketika waktu perjalanan dapat dipersingkat, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, kawasan ekonomi menjadi lebih terhubung, dan investasi dapat tumbuh lebih efisien," kata Denon.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |