DAMRI Buka Akses Baru Lintas Negara Rute Putussibau-Kuching

1 month ago 48

Liputan6.com, Jakarta - DAMRI kembali menambah layanan angkutan lintas batas negara, yakni rute Putussibau-Kuching. Angkutan tersebut menghubungkan ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat dengan ibu kota Sarawak, Malaysia

Head of Corporate Communication DAMRI P Septian Adri S mengatakan, rute Putussibau-Kuching menjadi bagian dari komitmen dalam memperkuat konektivitas wilayah perbatasan. 

"Kami melihat potensi besar dari pergerakan wisata, ekonomi lokal, hingga interaksi sosial lintas negara yang dapat tumbuh melalui layanan ini," ujar dia, Selasa (23/12/2025).

Adri mengutarakan, rute ini menghubungkan dua wilayah dengan karakter destinasi yang saling melengkapi. Putussibau sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Kapuas Hulu, dikenal sebagai gerbang menuju kawasan ekowisata unggulan seperti Taman Nasional Danau Sentarum dan Betung Kerihun. 

Lebih dari separuh wilayah Kapuas Hulu merupakan kawasan konservasi, dengan Sungai Kapuas sebagai urat nadi kehidupan masyarakat, transportasi, serta aktivitas ekonomi berbasis alam dan budaya Dayak.

Sementara itu, Kuching sebagai ibu kota Sarawak menawarkan kekayaan budaya dan sejarah, ditandai dengan museum, kawasan waterfront yang tertata, serta infrastruktur kota yang ramah wisatawan. 

Kota ini juga dikenal aman, tertib, dan memiliki biaya hidup relatif terjangkau, menjadikannya salah satu pusat pariwisata dan jasa di Malaysia Timur.

Angkut Petani dan Pedagang di Surabaya

Sebelumnya, DAMRI juga telah membuka layanan angkutan yang terintegrasi dengan kebutuhan pedagang dan petani di daerah, salah satunya melalui angkutan perintis di Surabaya. 

General Manager DAMRI Cabang Surabaya Heru Warsono menegaskan, inisiatif ini berhasil mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama di sentra-sentra perdagangan yang mengandalkan distribusi barang secara cepat dan efisien. 

"Selama semester I 2025, DAMRI telah melayani lebih dari 3.000 pelanggan. Angka ini menunjukkan kebutuhan besar para pelaku usaha dan petani serta masyarakat akan layanan transportasi publik yang andal dan terjangkau," ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Pemberangkatan Awal Jam 7 Pagi

Heru mengatakan, DAMRI melayani keberangkatan setiap pagi pukul 07.00 dari titik awal, dan siang hari pukul 12.00 dari titik sebaliknya. Untuk mengakomodir pedagang dan petani dalam mengangkut barang dagangan ke berbagai titik ekonomi utama, seperti pasar dan terminal.

Rute angkutan DAMRI meliputi Mojoagung-Wonosalam, Desa Marmoyo-Terminal Ploso, Terminal Type C Angkot Nganjuk-Desa Ngetos, Terminal Type C Angkot Nganjuk-Desa Jatikalen, dan Pelabuhan Batu Guluk-Kecamatan Kangayan. 

Tarif yang dikenakan pun terbilang bersahabat, di rentang Rp 5-7 ribu per perjalanan. Dengan harapan, para pedagang dan petani dapat mengalokasikan lebih banyak modal usaha untuk pengembangan dan pertumbuhan bisnis mereka.

DAMRI Layani Angkutan bagi Petani dan Pedagang, Ini Rute dan Jadwalnya

Sebelumnya, DAMRI menghadirkan layanan angkutan yang terintegrasi dengan kebutuhan pedagang dan petani di daerah, salah satunya melalui angkutan perintis di Surabaya.

General Manager DAMRI Cabang Surabaya Heru Warsono menegaskan, inisiatif ini berhasil mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama di sentra-sentra perdagangan yang mengandalkan distribusi barang secara cepat dan efisien.

"Selama semester I 2025, DAMRI telah melayani lebih dari 3.000 pelanggan. Angka ini menunjukkan kebutuhan besar para pelaku usaha dan petani serta masyarakat akan layanan transportasi publik yang andal dan terjangkau," ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Heru mengatakan, DAMRI melayani keberangkatan setiap pagi pukul 07.00 dari titik awal, dan siang hari pukul 12.00 dari titik sebaliknya. Untuk mengakomodir pedagang dan petani dalam mengangkut barang dagangan ke berbagai titik ekonomi utama, seperti pasar dan terminal.

Rute angkutan DAMRI meliputi Mojoagung-Wonosalam, Desa Marmoyo-Terminal Ploso, Terminal Type C Angkot Nganjuk-Desa Ngetos, Terminal Type C Angkot Nganjuk-Desa Jatikalen, dan Pelabuhan Batu Guluk-Kecamatan Kangayan.

Tarif yang dikenakan pun terbilang bersahabat, di rentang Rp 5-7 ribu per perjalanan. Dengan harapan, para pedagang dan petani dapat mengalokasikan lebih banyak modal usaha untuk pengembangan dan pertumbuhan bisnis mereka.

Percepat Distribusi Barang

Heru meyakini, inovasi layanan angkutan ini mampu mempercepat distribusi barang, memperluas jangkauan pasar, dan mengoptimalkan pasokan kebutuhan pokok di berbagai daerah.

Ia pun berharap, sinergi ini juga dapat mengurangi biaya logistik, menghemat waktu tempuh, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional.

"Selain itu, adanya transportasi publik yang terorganisasi menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan mendukung kesejahteraan masyarakat," Heru menambahkan.

Dalam jangka panjang, DAMRI ingin terus memperkuat kolaborasi dengan para pedagang, petani, UMKM, dan pemerintah daerah demi menciptakan jaringan transportasi yang semakin luas dan merata.

"DAMRI yakin keberadaan DAMRI sebagai mitra distribusi barang dan mobilitas warga akan membawa perubahan positif dalam pemerataan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan lokal yang semakin dinamis," ungkapnya.

"Dengan langkah ini, DAMRI optimistis dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Indonesia," pungkas Heru.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |