Daya Beli Naik saat Lebaran, Kadin Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai Target

12 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 sebesar 5,4%–5,5% dapat tercapai. Keyakinan ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat selama momen Lebaran 2026 yang memicu lonjakan konsumsi rumah tangga.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyebut konsumsi masyarakat selama Idulfitri berpotensi meningkat rata-rata 10–15%. Peningkatan ini didorong oleh berbagai stimulus pemerintah serta pencairan tunjangan hari raya (THR).

"Perputaran uang selama perayaan dan libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10-15% menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4-5,5%," kata Sarman, Kamis (19/3/2026).

Ia memperkirakan, perputaran uang selama Lebaran 2026 mencapai Rp 148 triliun dan berpotensi meningkat hingga Rp 161 triliun. Angka ini berasal dari proyeksi 143 juta pemudik atau sekitar 35,9 juta keluarga, dengan rata-rata membawa uang Rp 4,12 juta hingga Rp 4,5 juta per keluarga.

Menurut Sarman, dana tersebut akan mengalir ke berbagai daerah tujuan mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

Uang tersebut diperkirakan menggerakkan berbagai sektor, mulai dari transportasi, BBM, perbaikan kendaraan, hingga sektor UMKM dan pariwisata.

"Selama di kampung halaman, uang juga akan beredar di pusat destinasi wisata, berbagai pedagang UMKM akan menikmati peningkatan omzet," ujarnya.

Sarman juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan energi agar konsumsi tetap terjaga. Ia mengingatkan, stabilitas pasokan BBM dan gas menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat di tengah isu gangguan energi global.

Lonjakan Mobilitas Masyarakat

Sedangkan Lembaga Riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memprediksi bahwa potensi ekonomi mudik pada Ramadan 2026 lebih besar lagi. IDEAS memperkirakan perputaran uang mencapai Rp 347,67 triliun dalam skema moderat hingga Rp 417,20 triliun dalam skema optimistis.

"Tradisi mudik Lebaran dipastikan menjadi salah satu penopang utama perputaran ekonomi nasional. Lonjakan mobilitas masyarakat dalam waktu singkat mendorong peningkatan konsumsi yang berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi," kata Peneliti IDEAS Agung Pardini, dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Lebih lanjut, Agung menjelaskan perhitungan ini menggunakan pendekatan berbasis desil, yakni pembagian masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat pengeluaran, mulai dari kelompok 10 persen terbawah hingga 10 persen teratas. Pendekatan ini digunakan untuk membaca lebih dalam pola partisipasi mudik dan perilaku konsumsi masyarakat.

Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia sekitar 281 juta jiwa, IDEAS memperkirakan sekitar separuh populasi akan melakukan mudik. Namun, partisipasi tersebut tidak merata.

Pada kelompok desil terbawah, tingkat partisipasi diperkirakan sekitar 40 persen, sedangkan pada kelompok desil tertinggi dapat mencapai 60 persen.

Agung menilai, perbedaan ini menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi masih menjadi faktor penentu utama dalam keputusan mudik.

“Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin besar peluang seseorang untuk berpartisipasi dalam mudik. Ini mencerminkan bahwa mudik bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga aktivitas ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh kapasitas daya beli,” ujarnya.

143,9 Juta Orang Bakal Mudik saat Lebaran 2026

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan, hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan melakukan pergerakan saat musim mudik Lebaran 2026. 

Jumlah itu lebih kecil dari hasil survei pada 2025, yang mencatat potensi pergerakan masyarakat sebesar 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pengalaman tersebut menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan antara angka survei dan realisasi di lapangan. 

Meski secara survei tahun ini terlihat adanya sedikit penurunan sekitar 1,7 persen, hal tersebut tidak mengurangi kewaspadaan pemerintah dalam melakukan persiapan.

"Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu," ujar Menhub dalam pernyataan tertulis Senin (16/2/2026).

"Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin," kata Menhub.

Menhub Dudy pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak, serta memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak arus mudik dan arus balik.

"Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman," tuturnya. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |