Ekspor Beras ke Arab Saudi, Bulog Minta Pertimbangan BAIS dan BIN

10 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan rencana ekspor beras untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi tetap berjalan sesuai jadwal. Hal ini dilakukan meski pemerintah terus memantau dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan terkait Iran.

“Insyaallah rencananya tanggal 7 baru keberangkatan, kalau sesuai jadwal. Kita mengikuti dinamika perkembangan geopolitik yang ada di sana,” ujar Rizal saat ditemui di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Rabu (4/3/2026).

Rizal menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif sesuai arahan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas). Bulog juga telah meminta asesmen dari sejumlah lembaga keamanan dan diplomasi untuk memastikan kelancaran pengiriman.

“Kami sudah bersurat ke BAIS TNI, BIN, kemudian ke Kementerian Luar Negeri, mohon assessment terkait pemberangkatan beras haji Indonesia ini,” katanya.

Ia menambahkan, terkait potensi keterlambatan akibat dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah, Bulog masih menunggu hasil asesmen dari ketiga institusi tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.

Nilai Ekspor Hampir Rp38 Miliar

Untuk tahap awal, nilai ekspor beras ini diperkirakan mencapai hampir Rp38 miliar. Angka tersebut hanya mencakup harga beras, belum termasuk biaya pengemasan, pengiriman, maupun komponen pembiayaan lainnya.

“Kalau kita hitung totalnya hampir mencapai Rp38 miliar. Itu hanya untuk harga berasnya saja, di luar cost pembiayaan pemberangkatan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Adapun importir yang menangani transaksi tersebut adalah NOHA Catering Service Company di Arab Saudi. Seluruh biaya pengiriman dan distribusi di negara tujuan menjadi tanggung jawab pihak importir.

Target Pasar Jemaah Haji hingga Umrah

Sebelum pengiriman dilakukan, Bulog telah melakukan survei pasar dan bertemu langsung dengan para importir di Arab Saudi untuk memastikan kesesuaian spesifikasi produk.

Rizal menyebut ekspor perdana ini menjadi langkah awal untuk membuka pasar yang lebih luas bagi beras Indonesia di Timur Tengah.

“Ini entry point kita. Kalau istilahnya jualan, kita jual promo dulu sekarang. Harapannya nanti keuntungan komersialnya saat pengiriman berikutnya untuk jemaah umrah dan mukimin di sana,” ujarnya.

Ia menambahkan potensi pasar cukup besar. Jumlah jemaah umrah dan warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi diperkirakan mencapai hampir dua juta orang setiap tahun.

Bahkan sejumlah pengusaha di Arab Saudi menyatakan siap menyalurkan beras Indonesia ke seluruh kawasan Jazirah Arab apabila kualitas dan cita rasanya diterima pasar.

Ekspor beras ini dilakukan atas permintaan khusus Kementerian Haji Arab Saudi dengan spesifikasi tertentu karena ditujukan bagi jemaah haji Indonesia. Harga yang ditetapkan sebesar Rp16.000 per kilogram untuk kategori premium, termasuk biaya pencetakan kemasan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |