Harga Emas Antam 10 Februari 2026 Coba Tembus Rp 3 Juta

19 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam menguat pada perdagangan Selasa, (10/2/2026). Pada hari ini, harga emas Antam naik Rp 14.000 per gram melanjutkan kenaikan pada Senin kemarin yang sebesar 20.000 per gram.

Mengutip logammulia.com, harga emas Antam hari ini dipatok Rp 2.954.000 per gram. Pada perdagangan Senin kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp 2.940.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback emas Antam naik Rp 14.000. Hari ini harga buyback emas Antam ditetapkan Rp 2.748.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.748.000 gram.

Untuk diketahui, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam Selasa, 10 Februari 2026 untuk pengiriman Gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.527.000.‎
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.954.000.‎
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.848.000.‎
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.747.000.‎
  • Harga emas 5 gram: Rp 14.545.000.‎
  • Harga emas 10 gram: Rp 29.035.000.‎
  • Harga emas 25 gram: Rp 72.462.000.‎
  • Harga emas 50 gram: Rp 144.845.000.‎
  • Harga emas 100 gram: Rp 289.612.000.‎
  • Harga emas 250 gram: Rp 723.765.000.‎
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.447.320.000.‎
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.894.600.000.

Harga Emas Tiba-tiba Naik 2%, Ternyata Gara-gara Dolar

Harga emas dunia melonjak pada perdagangan Senin, didorong oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari Negeri Paman Sam.

Mengutip CNBC, Selasa (10/2/2026), harga emas spot tercatat naik 2,5% menjadi USD 5.103,10 per ons pada pukul 04.08 waktu setempat. Kenaikan ini memperpanjang reli emas yang telah menguat sekitar 4% sejak Jumat lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2% di level USD 5.079,40 per ons.

Penguatan harga emas terjadi seiring melemahnya dolar AS yang turun sekitar 0,8% ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Pelemahan ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

“Penggerak utama harga emas hari ini adalah dolar AS,” ujar Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities. Ia menambahkan, ekspektasi pasar terhadap data ekonomi AS yang lemah, khususnya di sektor tenaga kerja, semakin menguat.

Pelaku pasar kini mencermati sejumlah rilis data ekonomi AS sepanjang pekan ini, mulai dari nonfarm payrolls, data inflasi konsumen, hingga klaim awal pengangguran. Data-data tersebut dinilai akan memberikan petunjuk baru terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Data Tenaga Kerja AS Jadi Penentu Arah Kebijakan The Fed

Pasar saat ini telah memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada tahun 2026.

Berdasarkan jajak pendapat, data nonfarm payrolls AS diperkirakan hanya bertambah sekitar 70.000 pekerjaan pada Januari, mencerminkan perlambatan pasar tenaga kerja.

Suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi sentimen positif bagi emas. Pasalnya, penurunan suku bunga akan mengurangi biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Di sisi lain, dukungan juga datang dari bank sentral China. Data People’s Bank of China (PBoC) menunjukkan bahwa China kembali menambah cadangan emasnya pada Januari, menandai bulan ke-15 berturut-turut aksi pembelian emas oleh bank sentral tersebut.

Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif B2PRIME Group, Eugenia Mykuliak, menyebut permintaan emas yang konsisten dari bank sentral—dengan China sebagai aktor utama—telah menjadi faktor penopang penting bagi pasar.

“Permintaan bank sentral yang stabil, dengan China di pusatnya, kini menjadi kekuatan penstabil sekaligus indikator penting bagi pasar. Pembelian resmi yang berkelanjutan semakin menciptakan batas bawah struktural bagi harga emas,” ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |