Harga Emas Dunia Hari Ini Berpotensi Naik, Tembus Level 5.045?

6 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia pada perdagangan Senin (20/4/2026) diperkirakan masih melanjutkan tren penguatan. Sentimen ini didorong kombinasi faktor teknikal yang positif serta dukungan kondisi fundamental global yang masih kuat.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan pergerakan XAU/USD pada timeframe harian masih menunjukkan struktur bullish yang solid, meski sempat dibuka dengan gap down di awal perdagangan.

"Secara teknikal, pembukaan harga yang membentuk gap down sempat menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, kondisi tersebut diikuti terbentuknya swing low pada timeframe yang lebih kecil. Hal ini mengindikasikan peluang harga untuk kembali menutup area gap tersebut," kata Geraldo dalam riset Dupoin.

Dalam dinamika pasar, penutupan gap kerap menjadi sinyal bahwa harga kembali mengikuti tren utama. Menurut Geraldo, kondisi ini justru memperkuat potensi kelanjutan tren naik emas.

Selain itu, posisi harga yang tetap bertahan di atas indikator Moving Average 21 dan 34 menunjukkan tren bullish masih terjaga. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai support dinamis yang menopang pergerakan harga emas.

Selama harga tetap berada di atas area support tersebut, peluang penguatan dinilai masih terbuka lebar.

Area Psikologis Harga Emas

Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi bergerak naik menuju level resistance terdekat di kisaran 4.892. Level ini menjadi area penting yang akan diuji dalam waktu dekat.

Jika mampu menembus resistance tersebut secara meyakinkan, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 5.045 semakin terbuka. Level ini tidak hanya berfungsi sebagai batas teknikal, tetapi juga menjadi area psikologis yang menarik perhatian pelaku pasar.

Dari sisi fundamental, penguatan harga emas masih didukung oleh tingginya ketidakpastian global. Tensi geopolitik, risiko perlambatan ekonomi, serta volatilitas pasar keuangan mendorong investor tetap memilih emas sebagai aset safe haven.

Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut menjadi faktor pendukung. Pasar menilai bank sentral AS cenderung mengambil sikap lebih dovish.

Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas sebagai aset non-yielding, terutama ketika suku bunga tidak lagi agresif.

Prospek Positif

Sentimen positif terhadap harga emas juga datang dari potensi pelemahan dolar Amerika Serikat. Hubungan negatif antara dolar AS dan emas membuat pelemahan dolar membuka ruang penguatan harga emas.

Selain itu, faktor teknis seperti aliran likuiditas dan rebalancing posisi pelaku pasar turut memengaruhi pergerakan harga. Kondisi ini biasanya terjadi setelah pembukaan pasar dengan gap dan berpotensi mempercepat penutupan gap.

Dupoin Futures menilai prospek harga emas hari ini masih cenderung positif, dengan peluang penguatan selama harga bertahan di atas area support kunci.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, harga emas berpeluang menguji resistance terdekat hingga melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi.

Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati dinamika global dan volatilitas jangka pendek. Dengan memperhatikan level penting dan perkembangan sentimen pasar, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih terukur.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |