Harga Pangan Hari Ini 20 April 2026: Cabai Rawit Merah dan Telur Sentuh Harga Segini

7 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti harga cabai rawit merah tembus Rp 78.850 per kilogram (kg). Sementara itu, telur ayam ras Rp 35.900 per kg pada Senin pagi (20/4/2026) pukul 09.55 WIB.Harga pangan itu berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia.

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar mencapai Rp 62.250 per kg. Cabai merah keriting Rp 58.850 per kg dan cabai rawit hijau Rp 60.500 per kg.

Berdasarkan data dari PIHPS dikutip dari Antara, harga bawang merah mencapai Rp 53.900 per kg dan bawang putih Rp 43.050 per kg.

Kemudian harga beras kualitas bawah I di harga Rp 16.550 per kg dan beras kualitas bawah II Rp 16.050 per kg. Sementara itu, harga beras kualitas medium I Rp 16.550 per kg dan beras kualitas medium II di harga Rp 17.000 per kg. Harga eras kualitas super I di harga Rp 17.550 per kg, dan beras kualitas super II Rp 17.750 per kg.

 Harga daging ayam ras segar Rp 43.800 per kg, daging sapi kualitas I Rp 148.250 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp 132.250 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp 21.400 per kg, gula pasir lokal Rp 19.950 per kg.

Selain itu, minyak goreng curah di harga Rp 20.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga R p25.750 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp 24.350 per liter

Strategi Jaga Harga Pangan Impor Ala Mendag Budi

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan strategi untuk menjaga stabilitas harga pangan impor di tengah potensi kenaikan biaya logistik global. Ia mencontohkan komoditas bawang putih yang diimpor dari China.

Budi mengatakan, pemerintah mengatur ritme impor agar tidak memicu lonjakan harga dari negara pemasok.

“Kalau kita tiba-tiba ambil banyak, harga bisa naik karena permintaan melonjak. Supplier juga pasti akan menyesuaikan harga,” ujar Budi di Pasar Minggu, Sabtu (27/3/2026).

Karena itu, pemerintah menerapkan strategi impor bertahap sesuai kebutuhan dalam negeri. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menahan gejolak harga, baik di tingkat global maupun domestik.

Ia menjelaskan, selama kondisi logistik dari negara asal masih aman, pasokan bawang putih relatif tidak menghadapi kendala. 

“Impor dilakukan pelan-pelan, menyesuaikan kebutuhan dalam negeri, sehingga harga tetap stabil,” ujar dia.

Komunikasi dengan Asosiasi Petani

Selain itu, Budi Santoso mengungkapkan, penyebab kenaikan harga cabai rawit merah karena faktor cuaca. Kondisi cuaca menghambat proses panen di tingkat petani.

Budi mengatakan, pemerintah telah berkomunikasi dengan asosiasi petani untuk mengidentifikasi akar permasalahan itu. Hasilnya menunjukkan bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi kendala utama dalam proses panen.

"Ya jadi problemnya kami sudah komunikasi dengan asosiasi petaninya, problemnya memang cuaca, jadi salah satunya memanennya itu kan tidak bisa terus, artinya ketika hujan berhari-hari pasti enggak bisa memanen. Itu memang yang cabai, cabai rawit merah,” ujar dia usai peninjauan di Pasar Minggu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Untuk jenis cabai lainnya, situasi harga dan pasokan masih dalam kondisi normal.

Ia mencontohkan, harga cabai merah keriting panjang masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan HET sebesar Rp55.000 per kilogram, komoditas tersebut saat ini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram.

"Artinya, harga masih stabil dan dalam kondisi baik. Jadi secara umum tidak ada masalah, hanya cabai rawit merah yang terdampak,” kata dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |