Harga Emas Runtuh Dua Pekan Beruntun, Siap-siap Jatuh Lebih Dalam!

18 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat dan berada di jalur penurunan mingguan kedua secara berturut-turut. Pelemahan harga emas ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran inflasi yang dipengaruhi konflik Iran, yang pada akhirnya menekan harapan pemangkasan suku bunga.

Mengutip CNBC, Sabtu (14/3/2026), harga emas spot tercatat turun 0,5% menjadi USD 5.052,15 per ounce. Sepanjang pekan ini, harga logam mulia tersebut telah merosot lebih dari 2%.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 1,3% ke level USD 5.061,70 per ounce.

“Meski pasar masih sangat bullish terhadap emas dalam jangka panjang karena faktor alokasi aset, harga bullion kini terus bergerak menuju level terendah sejak konflik Iran dimulai, di tengah posisi dolar yang mendekati level tertinggi empat bulan,” ujar trader logam independen Tai Wong.

Penguatan dolar AS turut memberi tekanan pada harga emas karena membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Kebijakan Moneter Ketat Tekan Harga Emas

Bank investasi Jerman, Commerzbank, dalam catatannya menyebutkan bahwa ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi salah satu penyebab utama tekanan pada harga emas.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, ketika suku bunga berada pada level tinggi, daya tarik emas biasanya menurun karena biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih besar.

Data terbaru menunjukkan belanja konsumen di Amerika Serikat (AS) meningkat sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada Januari. Kondisi ini, ditambah inflasi yang masih kuat serta konflik di Timur Tengah, membuat para ekonom memperkirakan Federal Reserve belum akan kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Ekspektasi tersebut menjadi faktor yang turut membebani pergerakan harga emas di pasar global.

Ketegangan Timur Tengah dan Logistik Perdagangan Emas

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington akan menyerang Iran dengan “sangat keras dalam pekan depan”. Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah pemerintah AS memberikan keringanan sementara selama 30 hari untuk pembelian minyak Rusia yang terkena sanksi.

Harga minyak dunia sempat melemah, tetapi masih berada di jalur kenaikan mingguan karena gangguan pasokan di kawasan Teluk yang dipicu konflik masih berlangsung.

Di sisi lain, beberapa penerbangan dari Dubai mulai kembali beroperasi. Hal ini memungkinkan aliran perdagangan emas dari pusat perdagangan global tersebut kembali berjalan sebagian pada pekan ini, menurut tiga sumber yang dikutip Reuters.

Sementara itu, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan.

Harga perak spot turun 3,3% menjadi USD 81,00 per ounce. Platinum melemah 4% ke level USD 2.047,20, sedangkan palladium turun 2,5% menjadi USD 1.569,00.

Kedua logam tersebut juga diperkirakan mencatatkan penurunan sepanjang pekan ini.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |