Harga Pangan Hari Ini 16 April 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 75.900 per Kg

4 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti harga cabai rawit merah tembus Rp 75.900 per kilogram (kg). Sementara itu, harga cabai merah besar mencapai Rp 45.850 per kg. Di sisi lain, telur ayam ras menyentuh Rp 32.400 per kg.

Demikian berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia dikutip dari Antara, Kamis (16/4/2026) pukul 08.45 WIB.

Selain itu, harga cabai merah keriting Rp 45.050 per kg dan cabai rawit hijau Rp 50.600 per kg.

Selain cabai rawit merah dan telur ayam, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp46.550 per kg, bawang putih Rp39.950 per kg.

Sementara itu, beras kualitas bawah I di harga Rp14.550 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.550 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp16.050 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp15.900 per kg.

Selanjutnya, beras kualitas super I di harga Rp17.350 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.850 per kg.

Kemudian, daging ayam ras segar Rp40.850 per kg, daging sapi kualitas I Rp147.800 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp139.850 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.200 per kg, gula pasir lokal Rp19.150 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp20.250 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp23.400 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp22.450 per liter.

Strategi Jaga Harga Pangan Impor Ala Mendag Budi

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan strategi untuk menjaga stabilitas harga pangan impor di tengah potensi kenaikan biaya logistik global. Ia mencontohkan komoditas bawang putih yang diimpor dari China.

Budi mengatakan, pemerintah mengatur ritme impor agar tidak memicu lonjakan harga dari negara pemasok.

“Kalau kita tiba-tiba ambil banyak, harga bisa naik karena permintaan melonjak. Supplier juga pasti akan menyesuaikan harga,” ujar Budi di Pasar Minggu, Sabtu (27/3/2026).

Karena itu, pemerintah menerapkan strategi impor bertahap sesuai kebutuhan dalam negeri. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menahan gejolak harga, baik di tingkat global maupun domestik.

Ia menjelaskan, selama kondisi logistik dari negara asal masih aman, pasokan bawang putih relatif tidak menghadapi kendala. 

“Impor dilakukan pelan-pelan, menyesuaikan kebutuhan dalam negeri, sehingga harga tetap stabil,” ujar dia.

Komunikasi dengan Asosiasi Petani

Selain itu, Budi Santoso mengungkapkan, penyebab kenaikan harga cabai rawit merah karena faktor cuaca. Kondisi cuaca menghambat proses panen di tingkat petani.

Budi mengatakan, pemerintah telah berkomunikasi dengan asosiasi petani untuk mengidentifikasi akar permasalahan itu. Hasilnya menunjukkan bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi kendala utama dalam proses panen.

"Ya jadi problemnya kami sudah komunikasi dengan asosiasi petaninya, problemnya memang cuaca, jadi salah satunya memanennya itu kan tidak bisa terus, artinya ketika hujan berhari-hari pasti enggak bisa memanen. Itu memang yang cabai, cabai rawit merah,” ujar dia usai peninjauan di Pasar Minggu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Untuk jenis cabai lainnya, situasi harga dan pasokan masih dalam kondisi normal.

Ia mencontohkan, harga cabai merah keriting panjang masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan HET sebesar Rp55.000 per kilogram, komoditas tersebut saat ini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram.

"Artinya, harga masih stabil dan dalam kondisi baik. Jadi secara umum tidak ada masalah, hanya cabai rawit merah yang terdampak,” kata dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |