Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan teknologi berbasis New York, Rilla, dikenal menerapkan jam kerja hingga 70 jam per minggu bagi karyawannya. Rilla mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk membantu perusahaan memantau aktivitas tenaga penjualan saat berada di luar kantor dan berinteraksi dengan klien.
Kebijakan tersebut membuat Rilla kerap dipandang sebagai representasi budaya kerja “996”, yakni pola kerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari dalam seminggu. Pola ini identik dengan etos kerja tinggi, ritme cepat, dan tekanan besar.
Bagi sebagian orang, jam kerja panjang tentu terasa melelahkan. Namun, menurut Kepala Pertumbuhan Rilla, Will Gao, sekitar 120 karyawan perusahaannya tidak menganggap hal tersebut sebagai beban.
“Kami mencari orang-orang seperti atlet Olimpiade, yang memiliki obsesi dan ambisi tanpa batas,” ujarnya.
Ia menambahkan, karyawan Rilla umumnya ingin melakukan hal-hal luar biasa dan menikmati prosesnya.
Meski demikian, Gao menegaskan tidak ada aturan kerja yang benar-benar kaku. Jika sedang mengembangkan ide penting, ia bisa bekerja hingga dini hari, lalu datang ke kantor lebih siang keesokan harinya.
Pendekatan ini, menurut laporan BBC (9/2/2026), semakin populer seiring pesatnya perkembangan industri AI global.
Persaingan Startup dan Warisan Budaya 996
Dalam beberapa tahun terakhir, investasi besar terus mengalir ke sektor kecerdasan buatan. Sebagian besar dana tersebut mengalir ke perusahaan rintisan yang berlomba menghadirkan produk lebih cepat dari pesaing.
Persaingan ketat membuat para pendiri startup khawatir tertinggal. Akibatnya, kecepatan inovasi menjadi prioritas utama, meski harus dibayar dengan jam kerja panjang.
Budaya kerja 996 sendiri pertama kali populer di China sekitar satu dekade lalu. Pola ini berkembang seiring ambisi negara tersebut menjadi pemimpin teknologi global.
Sejumlah tokoh besar mendukung konsep tersebut. Salah satunya adalah pendiri Alibaba, Jack Ma, yang menyebut 996 sebagai “berkah”.
Ia menilai banyak tokoh sukses bekerja dengan jam panjang karena memiliki semangat besar terhadap karier mereka.
Pendiri JD.com, Richard Liu, juga pernah mengkritik menurunnya etos kerja karyawan. Pada 2019, ia bahkan menulis email kontroversial dengan kalimat, “Para pemalas bukanlah saudaraku!”
Namun, pendekatan ini memicu kritik luas. Banyak warganet menuding perusahaan mengabaikan hukum ketenagakerjaan dan hak upah lembur.
Tekanan publik akhirnya mendorong otoritas China mengambil langkah hukum pada 2021.
Polemik Global dan Dukungan dari Industri AI
Meski mendapat penolakan, budaya kerja 996 belum sepenuhnya hilang. Di China, polemik kembali mencuat pada 2024 setelah mantan pejabat humas Baidu, Qu Jing, membela budaya kerja keras di media sosial.
Unggahannya yang dianggap mengabaikan kesejahteraan karyawan menuai kritik tajam dan berujung pada pencopotannya.
Di luar China, budaya kerja panjang juga mendapat dukungan. Pendiri Infosys, Narayana Murthy, pernah memuji sistem kerja keras di China. Ia menilai tidak ada negara yang bisa sukses tanpa kerja keras.
Pebisnis Eropa dan Amerika Utara, Adrian Kinnersley, mengatakan mayoritas perusahaan yang menerapkan jam panjang adalah startup AI yang didanai modal ventura.
“Mereka berlomba meluncurkan produk lebih cepat. Akibatnya, bekerja lebih lama dianggap sebagai cara memenangkan persaingan,” ujarnya.
Salah satu contoh datang dari Browser-Use, yang didirikan oleh Magnus Müller. Menurut Müller, membangun teknologi AI sangat sulit dan kompetitif.
“Kami mencari orang-orang yang benar-benar mencintai pekerjaannya. Bagi kami, ini seperti bermain game,” katanya.
Kritik dan Risiko Kesehatan Jam Kerja Panjang
Tidak semua pihak setuju dengan budaya kerja ekstrem. Mitra Menlo Ventures, Deedy Das, menilai banyak pendiri muda keliru dengan menganggap jam kerja panjang sebagai ukuran produktivitas.
“Memaksa karyawan bekerja keras terus-menerus adalah dampak negatif dari pola pikir itu,” ujarnya.
Kekhawatiran terhadap dampak kesehatan akibat lembur juga bukan hal baru. Di Jepang, dikenal istilah karōshi, yakni kematian akibat kelelahan kerja, serta karōjisatsu, bunuh diri karena tekanan pekerjaan.
Analisis World Health Organization dan International Labour Organization pada 2021 menemukan bahwa bekerja lebih dari 55 jam per minggu berkontribusi terhadap sekitar 745.000 kematian global akibat stroke dan penyakit jantung pada 2016.
Risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat 17 persen, sementara risiko stroke naik 35 persen dibandingkan pekerja dengan jam kerja normal.
Kesimpulannya, budaya kerja 996 di industri AI mencerminkan ambisi besar dan semangat inovasi. Namun, tanpa keseimbangan yang sehat, pola ini berpotensi membawa dampak serius bagi kesejahteraan para pekerja.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502850/original/087274900_1771048770-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2771675/original/012393800_1554627541-Bendera_Iran__Atta_Kenare_AFP_PHOTO_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504543/original/057364300_1771241732-Foto_Kementerian_Pertanian_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2244940/original/003410800_1528541312-20180609-Mudik-di-Soeta-FF1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504504/original/048692400_1771238986-Lonjakan_volume_lalu_lintas_dari_Jakarta_menuji_kawasan_wisata_Puncak_Bogor_lewat_GT_Ciawi-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503875/original/015242700_1771215494-ddd7e823-cbc3-4478-a539-065374851266.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379055/original/066877200_1760334012-1000124687.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501427/original/073027900_1770905460-privy1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/682959/original/ilustrasi-bank-1-140527-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503105/original/095978700_1771086545-1001856076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504063/original/005425100_1771223014-WhatsApp_Image_2026-02-14_at_18.57.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485038/original/075946100_1769492972-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_12.05.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408221/original/082117000_1762766205-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503955/original/084864800_1771217098-Presiden_RI_Prabowo_menggelar_pertemuan_dengan_sejumlah_Menteri_Kabinet_Merah_Putih-16_Februari_2926.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503628/original/096258100_1771204017-Strategi_PT_ASDP_Indonesia_Ferry__Persero__hadapi_cuaca_ekstrem-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121710/original/010939200_1738729231-WhatsApp_Image_2025-02-05_at_06.41.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2260258/original/034107300_1530004401-20180626-HUT-Jakarta-3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387428/original/053594900_1761041499-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_06.51.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1676457/original/010595500_1502453066-20170811-indonesia-property-expo-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346012/original/090224300_1757577407-buah_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1041287/original/081496000_1446466762-20151101-Penyimpanan-Uang-Jakarta-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3648590/original/013335800_1638268938-20211130-Listrik-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5196554/original/086520400_1745413930-20250423-Perkotaan-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404529/original/079478900_1762409036-IMG_2770.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)