Kisah Mantri BRI Menembus Pegunungan Toraja Utara demi Bantu Warga Akses Layanan Perbankan

4 hours ago 4

Liputan6.com, Toraja Utara - Semangat perempuan untuk berkarya dan memberikan kontribusi kini hadir di berbagai ruang, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang menjalankan tugas di Unit Bolu, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Medan perjalanan menuju sejumlah desa terpencil menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Elce. Bertugas di wilayah kerja 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), ia tetap menjalankan tugasnya untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.

Perjalanan menuju pelosok bagi Elce bukan hanya rutinitas pekerjaan. Di balik perjalanan tersebut, ada upaya untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memiliki akses terhadap layanan keuangan yang dapat mendukung aktivitas ekonomi mereka.

Semangat tersebut tumbuh seiring perjalanan karier Elce di BRI. Ia bergabung pada 2013 dan mengawali karier sebagai teller. Setelah itu, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai customer service.

Pengalaman melayani nasabah dari dalam kantor kemudian mendorong Elce untuk mengambil peran yang lebih dekat dengan masyarakat. Pada 2020, ia mengikuti rekrutmen Mantri BRI. Setelah dinyatakan lolos, Elce mendapat penempatan di wilayah Toraja.

"Tertarik menjadi Mantri karena menurut saya jangkauan pelayanannya akan lebih luas. Kalau sebelumnya sebagai teller dan CS kan terbatas di dalam gedung saja, jadi menunggu nasabah datang. Saya mau jemput bola juga di lapangan makanya saya tertarik menjadi Mantri. Kalau di luar kan nasabahnya lebih beragam kebutuhannya," cerita Elce.

Menembus Pegunungan Demi Menjangkau Nasabah

Unit Bolu menjadi unit kedua yang ditangani Elce selama menjalankan tugas sebagai Mantri BRI. Dari sana, ia melayani nasabah di Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.

Wilayah tersebut berada sekitar 35 kilometer dari kantor unit. Meski jaraknya tidak terlihat terlalu jauh, perjalanan menuju desa harus melewati jalan pegunungan dengan kondisi medan yang menantang.

“Bolu berbatasan langsung dengan Palopo. Meski unit kerja kami dekat pasar dan cukup ramai, wilayah binaannya mencapai sekitar 35 km dengan medan yang didominasi pegunungan. Perjalanan ke desa memakan waktu lama, ditambah lokasi nasabah yang berjauhan. Karena itu, setiap kunjungan harus direncanakan dengan matang agar lebih efektif," ungkap Elce.

Sebagai perempuan, medan perjalanan menuju desa tentu bukan tanpa risiko. Jalanan yang sepi, melewati hutan dan perbukitan, menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap hari. Namun, Elce memiliki cara tersendiri untuk memastikan keamanan selama bertugas.

Bantu Petani dan Peternak Kembangkan Usaha dari Desa

Perjalanan menuju desa tersebut bukan perkara mudah. Namun, di balik jarak dan medan yang harus ditempuh, Elce membawa misi untuk membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat yang masih jauh dari fasilitas perbankan.

"Kalau nasabah di desa kebanyakan itu petani dan peternak, seperti peternak babi, kerbau. Layanan keuangan yang saya berikan biasanya pinjaman dan tabungan. Kalau pinjaman biasanya digunakan untuk menambah modal, misalnya beli indukan, penggemukkan, pokoknya untuk mengembangkan usahanya," jelas Elce.

Selain memberikan akses pembiayaan, ia juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menabung di bank. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena sebagian warga masih terbiasa menyimpan uang tunai di rumah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan BRILink Agen di desa. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

"Saya juga edukasikan pelan-pelan pentingnya menabung di bank. Saya buat juga satu BRILink Agen di desa, tujuannya untuk mempermudah masyarakat menyimpan atau mengambil uang. Orang Toraja ini kan perantau ya, banyak yang anak-anaknya kerja di luar kota, luar pulau. Jadi, mereka tidak perlu titip uang ke orang lain lagi kalau mau kirim uang ke keluarganya," jelas Elce.

Bagi Elce, kepuasan dalam menjalankan tugas bukan sekadar ketika layanan perbankan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia justru merasa bahagia saat melihat usaha yang dijalankan para nasabah perlahan berkembang.

"Tentunya saya merasa bangga. Kalau awalnya melihat nasabah yang mungkin baru punya ternak 1-2, lalu setahun kemudian ketemu saya lagi dan ternaknya sudah jadi 100 setelah mendapatkan pinjaman modal dari BRI, saya merasa ikut senang karena bisa membantu mereka. Meskipun itu bukan uang saya, tapi ada rasa bahagia tersendiri bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Itu yang bikin saya bangga," tuturnya.

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |