Mal Tebar Diskon Jumbo, Menko Airlangga Pede Transaksi Tembus Rp 53 Triliun

14 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melihat peluang peningkatan belanja masyarakat pada periode menjelan Lebaran 2026 ini. Targetnya, Rp 53 triliun dana masyarakat digunakan belanja di pusat perbelanjaan atau mal.

Hal tersebut bisa didapat dari program Belanja di Indonesia Aja atau BINA Lebaran 2026. Airlangga berharap program ini bisa efektif mendongkrak minat belanja masyarakat.

"Saya monitor BINA (Lebaran 2026) targetnya sekarang Rp 53 triliun dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu, dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," ungkap Airlangga di Foodhall Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Hal tersebu diharapkan mampu didapat dari besarnya diskon yang diberikan. Airlangha menyebut, besaran diskonnya bisa mencapai 70-80%. "Tadi janjinya diskonnya 70-80% iya bu, betul ga bu? tapi saya liat tadi (durian) montong itu belum ada diskonnya biasanya 70 sampai 80%," kata Airlangga seraya berkelakar.

Informasi, BINA Lebaran 2026 ini akan dijalankan pada 6-30 Maret 2026. Artinya, ada dua pekan ramadan dan momen libur Idulfitri yang diharapkan jadi momentum belanja masyarakat.

"Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama," tandasnya.

800 Merek Ikutan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah mengungkapkan ada ratusan merek yang terlibat dengan puluhan ribu toko di mal seluruh Indonesia.

"Kalau dari retail, kita ada 800 brand, 80 ribu toko. Makanan, minuman terlibat, dan juga baju, elektronik, store, semua juga kita libatkan," ucap dia.

"Untuk promo-promo, saya rasa dari mall sudah banyak membantu dengan midnight sales, dan juga ada kategori obat dan segala macam, kita dorong.Terpenting adalah konsumsi dalam negeri ini," sambungnya.

Target BINA Lebaran 2026

Sebelumnya, Program Belanja di Indonesia (BINA) kembali digelar bersama lintas institusi. Bertajuk BINA Lebaran 2026, program wisata belanja itu menargetkan bisa meraup cuan signifikan dibandingkan program serupa tahun sebelumnya.

Jika pada tahun sebelumnya, realisasi transaksi adalah Rp 32,7 triliun, pada 2026 targetnya meningkat 50 persen, menjadi sekitar Rp52,38 triliun.

"Ini perlu sinergi kita bersama. Kita dukung sama-sama agar target yang meningkat kurang lebih 50 persen dibanding tahun lalu ini bisa kita capai," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Bambang Wisnu Broto dalam peluncuran BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Produk Bervariasi

Menurut Wakil Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) Fetty Kwartati, BINA Lebaran 2026 akan berlangsung selama 25 hari, pada 6-30 Maret 2026. Pesertanya sekitar 800 brand dengan kurang lebih terdiri dari 80 ribu gerai dan 400 mal yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia.

"Produk-produk yang ditawarkan bervariasi. Tapi untuk lebaran itu mainly produk fesyen, produk makanan, produk hampers, dan produk-produk hiburan lainnya," kata Fetty.

Ia optimistis target tersebut tercapai dengan peningkatan transaksi diproyeksi antara 10--15 persen. Pihaknya meyakini daya beli masyarakat masih tetap kuat, terlebih di masa libur lebaran. Belanja, kata dia, diyakini akan menjadi komponen yang dianggarkan setiap kali mudik.

"Walaupun sekian juta orang mudik, tapi di daerah masing-masing tetap bisa belanja, apalagi mood-nya mood belanja. Karena liburan, mungkin ada THR, ada angpao, jadi nuansanya belanja," ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |