Orang Indonesia Rugi Rp 7,5 Triliun Akibat Penipuan Digital

18 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat interaksi digital terasa makin nyata. Wajah bisa tersenyum di layar, suara terdengar meyakinkan, bahkan percakapan terasa natural. Namun di balik kecanggihan itu, muncul persoalan besar, yaitu krisis kepercayaan.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang Januari hingga 9 Juli 2025 terdapat lebih dari 74.000 pengaduan terkait penipuan berbasis AI, termasuk kloning suara dan manipulasi wajah (deepfake).

Total kerugian masyarakat akibat penipuan digital yang dihimpun Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak November 2024 hingga Oktober 2025 mencapai sekitar Rp7,5 triliun. Angka tersebut menegaskan satu hal, yaitu ancaman ini nyata dan berdampak langsung pada stabilitas keuangan masyarakat.

Indonesia Darurat Scam Digital?

Indonesia bahkan kini disebut sebagai negara dengan laporan penipuan digital terbanyak di dunia, yakni sekitar 311 ribu laporan dalam setahun.

Artinya, hampir 900 laporan setiap hari, mulai dari tautan palsu, file PDF berbahaya, hingga panggilan telepon yang menguras saldo rekening. Data OJK memperlihatkan, jenis penipuan paling dominan berasal dari:

● Jual-beli daring: 39.108 kasus

● Panggilan palsu (fake call): 20.628 laporan

● Investasi: 14.533 laporan

Sebagian besar memanfaatkan teknologi AI seperti voice cloning dan wajah sintetis untuk membangun kepercayaan korban.

Ketika Wajah dan Suara Tak Lagi Bisa Dipercaya

Modus kejahatan kini tidak lagi sekadar peretasan atau virus. Video call yang tampak nyata bisa saja hasil rekayasa AI. Wawancara kerja dengan “HR” palsu memanfaatkan deepfake. Akun media sosial dengan profil profesional ternyata sepenuhnya sintetis.

Dalam periode November 2024 hingga Februari 2025, kerugian akibat penipuan berbasis deepfake dan electronic Know Your Customer (eKYC) sintetis di sektor perbankan digital tercatat melebihi Rp700 miliar.

Ini bukan lagi sekadar isu keamanan siber. Ini adalah krisis kepercayaan digital.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |