Sementara itu Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Priatin Hadi Wijaya mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan pemanfaatan panas bumi sebagai bagian dari bauran energi nasional.
Hadi menyebut kapasitas pembangkit panas bumi ditargetkan terus meningkat hingga mencapai sekitar 4,1 GW pada 2030 dan bertambah menjadi sekitar 7,5 GW pada 2034. Dalam jangka panjang, pemanfaatan panas bumi ditargetkan mencapai sekitar 23 GW pada 2060 untuk mendukung target Net Zero Emission.
“Panas bumi ini merupakan salah satu energi terbarukan yang andal karena dapat menjadi base-load, sehingga dapat beroperasi secara berkelanjutan untuk mendukung sistem kelistrikan,” ujar Hadi.
Untuk Gunung Ungaran, Hadi menjelaskan bahwa pemerintah baru menugaskan PLN untuk melakukan pengembangan WKP tersebut. Prosesnya masih membutuhkan tahapan eksplorasi dan kajian untuk membuktikan potensi serta menentukan lokasi sumur yang tepat.
“Untuk membuktikan potensinya membutuhkan waktu. Ini proses yang tidak mudah, sampai kemudian menentukan titik sumur dan melakukan pengeboran eksplorasi,” katanya.
Hadi menegaskan, penentuan lokasi sumur eksplorasi maupun fasilitas produksi nantinya akan dilakukan melalui kajian dan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.
Executive Vice President Panas Bumi PLN John Rembet mengatakan PLN siap menjalankan penugasan pemerintah untuk mengembangkan WKP Ungaran dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Menurut John, pengembangan panas bumi merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya energi domestik. Panas bumi dimanfaatkan di lokasi sumbernya untuk menghasilkan listrik bagi kebutuhan dalam negeri, sehingga pengembangannya turut mendukung pemanfaatan energi yang tersedia di dalam negeri.
“Panas bumi merupakan sumber energi domestik yang pemanfaatannya berada di dalam negeri. Karena itu, pengembangannya menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional,” ujar John.
Dalam konteks tersebut, PLN mendapat penugasan pemerintah untuk mengembangkan WKP Ungaran melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 134 Tahun 2026. Berdasarkan RUPTL 2025–2034, WKP Ungaran memiliki kapasitas pengembangan hingga 55 MW.
John menjelaskan, WKP Ungaran memiliki luas sekitar 29.800 hektare. Namun, luasan wilayah kerja tersebut tidak berarti seluruh area akan digunakan untuk pembangunan fasilitas panas bumi. Pemanfaatan lahan akan ditentukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan teknis dan hasil kajian pengembangan.
“Luas wilayah kerja memang sekitar 29.800 hektare, tetapi bukan berarti kita mengembangkannya di seluruh luasan itu. Tapak yang digunakan untuk fasilitas panas bumi relatif terbatas dan akan ditentukan berdasarkan hasil kajian,” ujar John.
Saat ini, PLN masih berada pada tahap studi. Pengembangan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap, mulai dari studi pendahuluan, feasibility study, kajian lingkungan dan sosial, pemenuhan perizinan, pengadaan lahan apabila diperlukan, hingga eksplorasi.
“Yang utama adalah memastikan proses yang ada terpenuhi terlebih dahulu. Studi dan perencanaan di tahap awal harus benar-benar dilakukan dengan baik,” kata John.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354068/original/023885400_1789997908-email-attachment_2026_09_21_ariefhakim-at-klyid_esdm-buka-suara-rkab-byan-terbit-usai-dicaplok-haji-isam_1000449754.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7636880/original/008140100_1780426248-Berkshire_Hathaway.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354020/original/093658900_1789991828-email-attachment_2026_09_21_ariefhakim-at-klyid_amran-sulaiman-tak-ada-ruang-bagi-mafia-beras_1000449655.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537791/original/046159800_1774442892-1000271978.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296725/original/069594600_1784022190-IMG_6016.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353608/original/003574900_1789971612-email-attachment_2026_09_21_ariefhakim-at-klyid_penjelasan-bahlil-soal-rencana-prabowo-subianto-mau-bikin-bensin-dari-batu-bara_1000449264.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4327686/original/075002200_1676621490-WhatsApp_Image_2023-02-17_at_14.33.32.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045285/original/021662000_1733898289-1733893674750_tujuan-pegadaian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353741/original/090226000_1789976911-Bulgaria-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353736/original/022413700_1789976434-WhatsApp_Image_2026-09-21_at_13.50.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495819/original/025064200_1770436877-Produk_MinyaKita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353263/original/075705700_1789957330-IMG_7182.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353342/original/073453900_1789961127-IMG_7201.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353436/original/065687400_1789964368-headline.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336780/original/070388800_1788177877-Foto_1_-_Danantara_Housing_Expo_2026_Sukses_Catat_Nilai_Proyek_Rp2_Triliun.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337945/original/023724000_1788265788-IMG_6792.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303757/original/046941100_1784692099-1000383983.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2937006/original/021310000_1570791763-Bandara_Tjilik_riwut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420194/original/096245700_1763728465-IMG_0140.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4823389/original/093315500_1714990090-Gerakan_pasar_murah_untuk_tekan_harga_bawang_merah_yang_masih_tinggi-ANGGA_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336612/original/084167500_1788168015-1000425719.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575266/original/082450200_1778042713-02f57b03-de47-4bab-ac06-e0cd3d180c10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338026/original/049980200_1788273977-1000427123.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340108/original/016620700_1788484036-1000429747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336574/original/015631100_1788166251-IMG_20260831_154615.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4910259/original/081730900_1722909738-4098c967-b930-4c85-9334-a9e6e3d14f72.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349280/original/047226900_1757918262-2a382ae5-7ce5-42aa-9447-93e8636268f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1230533/original/005867600_1463022069-Banner_Gaji_PNS.jpg)