Rupiah Menguat ke 17.950 Imbas Data Pekerjaan AS Tertekan

1 day ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Jumat, (3/7/2026) seiring melemahnya mata uang Negeri Paman Sam setelah rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 45 poin atau 0,25% menjadi 17.950 dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.995 per dolar AS, demikian mengutip Antara.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan data tenaga kerja AS berpotensi menekan dolar AS sehingga memberi ruang bagi penguatan rupiah.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS nonfarm payroll (NFP) lebih lemah dari perkiraan,” ujar dia kepada Liputan6.com, Jumat (3/7/2026).

Meski demikian, menurut Lukman, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung signifikan. Lantaran, minat investor asing terhadap pasar keuangan domestik dinilai masih belum sepenuhnya pulih. 

Ia memperkirakan, rupiah bergerak di kisaran 17.900- 18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

"Namun, penguatannya akan terbatas karena sentimen investor asing terhadap pasar domestik masih belum pulih. Range Rp 17.900-Rp 18.000 (per USD),” ujar Lukman.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Mata uang rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp 17.990 hingga Rp 18.050 per dolar AS, seiring pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta menanti data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

"Untuk perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp 17.990 - Rp 18.050," kata Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi, Jumat, 3 Juli 2026.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |